HETANEWS.COM

Liga Persesi akan Digelarkan Kembali, Siapkan Tim Hadapi Liga Nusantara

Klub Persesi saat mengikuti liga Nusantara pada tahun 2014 di Stadion Sangnawualuh (Martoba) kota Siantar. Insert Manager Persesi Parlin Sinaga.

Jakarta, hetanews.com- Berbicara mengenai Klub Persesi (Persatuan Sepakbola Siantar), di era sekarang bukan sesuatu yang menggairahkan, berbanding terbalik pada era tahun 80-an dan 90-an, dimana menyimpan banyak kenangan yang membanggakan, bagi insan pelaku dan pecinta sepakbola.

“Kejayaan Persesi dalam dunia sepakbola cukup diperhitungkan, dimana kita pernah menghadapi klub sepakbola asal negara RRC, Swedia, dan Denmark, yang lagi tour ke Indonesia, sebelum kembali ke negara asalnya. Mereka ingin merasakan terlebih dahulu kehebatan Persesi di Stadion Martoba, yang sekarang telah berganti nama menjadi Stadion Sangnawaluh,” ungkap Manager Persesi Parlin Sinaga, Sabtu pagi, (7/1), saat hetanews bertandang ke rumahnya, di Pangkalan Jati, Jakarta.

Bukan hanya itu, lanjutnya, kehebatan Persesi juga menggelitik setiap tim yang akan dan telah bertanding pada Piala Marahalim Cup di Medan, sehingga mampu mendongkrak semangat para generasi muda Siantar, memacu dirinya untuk berprestasi pada cabang olahraga, khususnya dalam dunia sepakbola.

Menurut pria yang juga gemar dengan olahraga otomotif, dan pernah meraih juara pada rally mobil untuk kelas jeep ini berpendapat, Siantar telah memasuki masa yang disebut ‘darurat prestasi’, disebabkan minimnya berbagai kegiatan yang dilangsungkan, baik oleh pemerintah setempat maupun pihak swasta.

Apakah hal ini harus dipertahankan?, tanyanya kembali. Sejenak, pria yang beristrikan boru Purba dan memiliki dua orang putri ini terdiam dan memandang langit-langit rumahnya. “Kita jangan biarkan hal itu terjadi, mari gairahkan kembali dunia prestasi di kota yang kita cintai tersebut. Dan, saya sejak tahun 2014 telah ikut bersama dengan Persesi, menyusun kembali kejayaan yang pernah kita raih,” tegas Parlin Sinaga.

Usai mengikuti liga Nusantara kemarin, dia menjelaskan, meminta kepada pengurus agar mempersiapkan liga dengan memperlakukan sistim kompetisi penuh, dimana setiap klub harus saling berhadapan mengejar poin tertinggi, dan dua tim teratas akan masuk pada grand final. “Saya telah menerima laporan dan mempelajarinya. Keputusannya, liga tersebut akan segera kita wujudkan,” terangnya.

Saat ditanya, kapan liga tersebut dapat diwujudkan? Menurut agenda yang telah dirancangkan oleh tim, diperkirakan pertengahan Maret 2015, liga tersebut telah bergulir dan tim sedang mempersiapkan banyak hal, seperti perbaikan lapangan, melihat kelayakan tribun penonton, yang mana masih bisa dipergunakan, serta mengurus persiapan klub dan ijin pemakaian stadion Sangnawualuh atau Martoba tempo dulu.

Lanjutnya, selain mempersiapkan liga, Persesi juga harus mempersiapkan tim untuk mengikuti liga Nusantara dengan target juara agar naik tingkat pada tahun berikutnya. “Saya sudah minta kepada semua tim agar mempersiapkan pemain Persesi dari pemain lokal yang mengikuti liga tersebut,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan motto Persesi, ‘Gak Acci Ceng Main Trus’ yang memiliki arti, sepakbola tidak bisa berhenti karena kondisi apa pun tapi mari terus main karena merupakan sebuah kesukaan, dan sekaligus menunjukkan jati diri anak Siantar yang tidak gampang menyerah terhadap kondisi apa pun yang dihadapinya dalam kehidupan ini.

“Mari kita gairahkan kembali dunia sepakbola di Siantar. Tanpa dukungan kita semua, kejayaan yang pernah diraih akan ditingkatkan kembali. Jangan biarkan semua tinggal dalam kenangan. Bravo Persesi,” tutup Parlin Sinaga.

Penulis: ebp. Editor: ebp.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan