Wed 19 Sep 2018

51 Butir Ekstasi Gagal Beredar di Siantar - Simalungun, 5 Tersangka Diringkus

Para tersangka saat pemapran hasil tangkapan narkoba, di Mapolres Siantar, Jumat (14/9/2018). (foto/hza)

Siantar,hetanews.com-  Sebanyak 51 butir pil ekstasi berwarna merah muda, berhasil digagalkan Polres Siantar, dengan pelaku, Irwansyah, di Bahjambi, Kabupaten Simalungun.

Berhasilnya petugas menyita narkoba tersebut, berdasarkan dari hasil pengembangan dari empat pelaku pengguna narkoba jenis sabu.

Wakapolres Siantar, Kompol J Sitompul dalam pemaparan, mengatakan, awalnya petugas meringkus tiga pemuda yang sedang pesta sabu, ditemani satu pria sebagai pemasok sabu. Empat pelaku tersebut, bernama Ata, Mawar, Deli, dan Robi. Keempatnya ditangkap di Jalan Patuan Anggi Siantar.

Tak sampai di situ saja, polisi juga melakukan penggeledahan dan menemukan lagi satu paket sabu.

"Kita geledah, ditemukan satu paket sabu yang sudah digunakan. Kita lakukan penggeledahan lagi, ditemukan 3 paket sabu,"ujarnya saat menggelar press realease, di Mapolres Siantar, Jumat (14/9/2018).

Sejumlah barang bukti narkoba yang diperlihatkan Polisi. (foto/hza)

Kompol J Sitompul menjelaskan, setalah mengamankan empat pelaku, polisi mengetahui akan ada transaksi ekstasi, di Bahjambi, Simalungun. Polisi langsung bergerak cepat dan menemukan, Irwansyah.

Saat polisi melakukan penggeledahan, tak ditemukan barang haram, di tubuh pelaku. Akhirnya, Irwansyah, mengaku barang tersebut disimpannya, di semak-semak yang berjarak 10 meter dari lokasi penangkapan.

"Pelaku sedang menunggu transaksi. Kemudian kita tangkap, barang buktinya sudah disembunyikan sejauh 10 meter. Kita amankan langsung,"tambahnya, di hadapan para pelaku.

Kasat Narkoba Polres Siantar, AKP Erwin Tito Harahap, mengatakan, pengejaran ini telah dilaksanakan selama tiga hari. AKP Erwin mengatakan, Polres Siantar menemukan 51 butir ekstasi.

Dia kembali menjelaskan, pelaku Irwamsyah akan mengedarkan pil ekstasi tersebut ke wilayah Siantar dan Simalungun. Dan per butirnya, ekstasi tersebut dibandrol Rp 300 ribu.

"Pelaku kita jerat pasal 114 ayat 1 UU 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, ancaman di atas 5 tahun,"pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.