Wed 14 Nov 2018

Soal Drainase Jalan Kertas, Hendra Pardede : Taman Bunga Megaland Salahi Aturan

Marisi boru Manihuruk ketika menunjukkan jalan menuju rumahnya yang selalu tergenang air ketika hujan turun dan Hendra Pardede. (foto kolase)

Siantar,hetanews.com- Ketua Komisi III DPRD Siantar, Hendra Pardede, membenarkan pernyataan dari Marisi Manihuruk , warga jalan Pabrik Kertas 1, Kecamatan Siantar Timur yang mengeluhkan drainase atau saluran air yang melewati Komplek Megaland.

Diakuinya, bahwa dirinya bersama Pemko Siantar sudah pernah meninjau tempat tersebut.

"Memang dulu kita udah tinjau, bahkan sampe ke Megaland kita tinjau. Waktu itu, kita dikawal sama sekuritinya,"sebutnya.

Masih kata Hendra, saluran drainase tersebut masuk ke sungai yang ada di kompleks Megaland. Ditambahkannya, bahwa pihak Megaland, memberlakukan buka tutup terhadap saluran tersebut.

"Kayaknya kemarin pake sistem buka tutup dibuat mereka, dan aku duga kalau hujan turun, mereka buka sedikit itu, biar taman yang di Megaland itu tidak rusak,"katanya.

Lanjut Hendra, sebenarnya taman yang ada di Megaland tidak sesuai karena di  bawah dari saluran drainase.

"Sebenarnya tidak boleh itu disitu tamannya, dan aku duga itu sungainya sudah dirubah mereka itu," ucapnya.

Sewaktu itu, masih kata Hendra, ada rencana melakukan perbaikan terhadap drainase tersebut, namun kendalanya set plan untuk pembangun dari kompleks Megaland.

Baca juga: Kunjungan Pemko Siantar Dipertanyakan, Drainase di Jalan Pabrik Kertas Tak Kunjung Diperbaiki

"Kebetulan memang, Sekda waktu itu mendiang Pak Resman, dan waktu itu yang mengurus soal itu mendiang Coky Pardede, makanya tidak ada lagi komunikasi soal itu," ucapnya.

Tak hanya itu saja, kata Hendra, kendala lainnya yakni masalah anggaran pembangunan dari drainase tersebut.

"Kemarin juga masalah kendala, kan BPBD tidak ada anggaran, dan rencananya kemarin mau dipakai anggaran DTT (Dana Tak Terduga), atau ditampung di PU,"cerita Hendra.

Hendra berharap agar drainase tersebut segera diperbaiki, sebab akan berdampak pada tembok perumahan kepolisian yang berada tempat dibelakang lokasi tersebut.

"Itu harus dikerjakan, karena dampaknya tembok aspol (asrama polisi) yang ada di situ. Air akan mengikis tanah jadi longsor dan polisi bisa juga sama pihak Megaland agar itu dibuka salurannya,"katanya menyarankan.

 

Penulis: tom. Editor: gun.