Sat 23 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Kebiasaan Serampangan PSK, Anak Lahir Tanpa Diharapkan

Bogor, hetanews.com - Pekerja Seks Komersial (PSK) menjajakan diri untuk memenuhi kebutuhan mereka. Meski dalam kondisi hamil atau sedang masa menyusui, mereka tetap ‘berjualan’ demi menyambung hidup.

Ana salah satunya. Di tempat tinggalnya di Bogor, dia menjajakan diri dalam kondisi mengandung. Bagi Ana berhubungan intim dengan banyak lelaki adalah bukti profesionalitasnya sebagai PSK, juga agar kebutuhan ekonomi tetap tercukupi. Nantinya ketika anaknya lahir, Ana berencana untuk memberikan ke germo agar dirawat di lokasi prostitusi.

Selain Ana, ada juga Debi. PSK berusia 24 tahun ini menjadi PSK karena ditinggal suami saat mengandung anak pertamanya. Usai melahirkan dan dalam masa menyusui Debi tetap menerima ‘pelanggan’. Alasannya lagi-lagi karena faktor ekonomi.

konten spesial, psk, Lokalisasi Gang Semen Megamendung, Puncak, Bogor.
Konten spesial lokalisasi Gang Semen Megamendung, Puncak, Bogor. 

Beda dengan Ana, Debi menitipkan anaknya kepada orang tuanya di kampung. Dia mengirimkan uang setiap bulan untuk membiayai kebutuhan anaknya. Debi mengaku sayang kepada anaknya dan berniat untuk merawat anaknya hingga dewasa.

Maraknya bisnis prostitusi menjadi sorotan Komnas Perempuan. Wakil Ketua Komnas Perempuan, Budi Wahyuni, mengatakan kegiatan di dunia prostitusi termasuk kejahatan terhadap perempuan, mereka menjadi pihak yang dirugikan.

“Dunia prostitusi, dunia kekerasan terhadap perempuan,” kata Budi saat berbincang dengan di kantornya.

Wakil Ketua Komnas Perempuan, Budi Wahyuni
Wakil Ketua Komnas Perempuan, Budi Wahyuni, ketika ditemui awak media 

“Itu melanggar hak anak atau tidak, ya pastinya iyalah. Karena anak punya hak untuk mendapatkan ASI (dirawat ibunya),” kata Budi.

Seharusnya, lanjut Budi, para pelaku seks memiliki posisi tawar, yakni menolak bila berhubungan seks tanpa kondom. Pasalnya alat pengaman tersebut bisa menjadi pelindung agar para pelaku seks terhindar dari HIV/AIDS.

“Andai kata masuk ke dunia prostitusi minimal punya posisi tawar. Jangan terima mereka yang tidak menggunakan kondom, buat calon tamu juga demikian, sehingga andaikata terjadi hubungan seks itu hubungan seks yang relatif sehat gitu loh,” pungkasnya.

sumber: kumparan.com

Editor: sella.