Wed 14 Nov 2018

Wanita PNS Komplotan Begal Ditangkap Warga, Begini Perannya

Wanita oknum PNS yang terlibat komplotan begal. (Foto/detikcom)

Bandung, hetanews.com - Polisi menggelar rekonstruksi kasus komplotan begal di Kabupaten Bandung. Salah satu pelaku yaitu WD (31), wanita oknum pegawai negeri sipil (PNS), dihadirkan dalam adegan reka ulang. WD beraksi bersama suaminya AI (19), dan dua rekannya, A (19) dan R (20).

Wanita berambut panjang itu PNS aktif bertugas di salah satu kantor kementerian wilayah Jabar. Pantauan detikcom, Kamis (13/9/2019), proses rekonstruksi berlangsung di dua tempat yakni Mapolsek Ibun dan tempat kejadian perkara di kawasan Kamojang, Kabupaten Bandung.

Ulah kejahatan jalanan dilakoni suami-istri dan komplotannya itu terungkap setelah polisi menyelidiki aksi begal di kawasan Kamojang, Ibun, Kabupaten Bandung, awal September lalu. Mereka ditangkap warga dan diringkus anggota Polsek Ibun yang dipimpin Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi di perbatasan Bandung-Garut.

"Hari ini lanjutan dari penyidikan, kami lakukan rekonstruksi agar perkara yang dilakukan tersangka terang. Ada 18 adegan, tersangka berangkat dari kosan WD di Kota Bandung menuju Kamojang dan merampas handphone dengan cara menodongkan senjata mainan," kata Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi di lokasi rekonstruksi.

Menurut dia, fakta-fakta di lapangan saat rekonstruksi memperlihatkan bahwa WD berperan aktif melakoni tindak kejahatan. "Saudara WD berperan aktif dan merampas kunci korban. Dari fakta sementara ada itikad untuk mengambil motor milik korban, itu mungkin fakta-fakta hasil rekonstruksi," tutur Asep.

Asep mengungkapkan komplotan begal ini diotaki AI, suami WD. AI yang usianya jauh lebih muda dari istrinya tersebut ternyata residivis kasus pencurian sepeda motor. Dia belum lama bebas dari penjara di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Pelaku utama, AI, tiga bulan lalu baru keluar penjara," kata Asep.

Menurut dia, fakta-fakta di lapangan saat rekonstruksi memperlihatkan bahwa WD berperan aktif melakoni tindak kejahatan. "Saudara WD berperan aktif dan merampas kunci korban. Dari fakta sementara ada itikad untuk mengambil motor milik korban, itu mungkin fakta-fakta hasil rekonstruksi," tutur Asep.

Asep mengungkapkan komplotan begal ini diotaki AI, suami WD. AI yang usianya jauh lebih muda dari istrinya tersebut ternyata residivis kasus pencurian sepeda motor. Dia belum lama bebas dari penjara di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Pelaku utama, AI, tiga bulan lalu baru keluar penjara," kata Asep.
 

Cerita Warga Tangkap Wanita PNS Komplotan Begal

Dua orang warga Kecamatan Ibun turut andil meringkus komplotan begal yang merampas telepon genggam muda-mudi yang tengah nongkrong di Kawasan Kamojang, Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Empat pelaku terdiri WD (31) dan suaminya, A (19), serta dua temannya, A (19) dan R (20). WD ternyata pegawai negeri sipil (PNS) yang tugas di salah satu kementerian kantor wilayah Jabar. 

Salah satu warga, Risman (43) mengatakan, para tersangka ditangkap saat berupaya kabur menggunakan mobil di perbatasan Bandung-Garut.

"Saya lagi lewat Kamojang bareng anak, bareng istri juga pakai dua motor. Sekitar 300 meter dari Kawah Kamojang ada yang minta tolong," tutur Risman kepada awak media di Mapolres Bandung, Jalan Bhayangkara Soreang, Rabu (12/9/2018).

"Kami lihat ada satu motor dan satu mobil, anak perempuan dan laki minta tolong. Kami pun mencoba menolong dan anak saya mengejar sampai ke arah Garut," dia menambahkan.

Mengetahui ada hal tidak beres, anak Risman langsung mengejar mobil pelaku. Sedangkan Risman melaporkan kejadian itu ke Polsek Ibun.

"Dikejar sama anak ke arah Samarang Garut. Sampai di Samarang mobil langsung dihentikan bersama warga lainnya," kata Risman.

Selagi pengejaran, pelaku sempat mengacungkan pistol mainan ke anak Risman. Tanpa takut, anak lelaki usia 17 tahun itu terus mengejar komplotan begal yang tancap gas. "Mereka saling kejar, itu berapa kali stang motor kena bodi mobil," ucap Risman.

Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi mengatakan dalam waktu bersamaan Kanit Reskrim Polsek Ibun yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, langsung ikut mengejar begal. Lalu Asep berkoordinasi dengan Polsek Samarang (Polres Garut).

"Mobil tersangka saat di pertigaan sudah dihadang oleh anggota Polsek Samarang bersama warga. Akhirnya para tersangka diringkus," tutur Asep.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber: detik.com

 

Penulis: -. Editor: bt.