Wed 14 Nov 2018

Dianiaya Ketua OKP dan Pengusaha Kafe, Ini Pengakuan 2 Remaja Pencuri Sepatu

Kedua bocah pencuri sepatu yang dianiaya oknum ketua OKP dan pengusaha kafe. (foto/jat)

Medan,hetanews.com- Pascadiamankan di Mapolsek Medan Area, kedua remaja pencuri sepatu yang dianiaya Ketua OKP, berinisial MP dan pengusaha kafe, Diki, mengaku dianiaya dengan senjata api.

Saat ditemui di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Jalan Hindu Medan, B (18) mengatakan, dirinya mengakui telah mengambil sepatu merk rebook itu dari perumahan PIK, di kawasan Jalan Jermal, Kecamatan Percut Sei Tuan. 

"Memang ada kami ambil sepatu itu, pak. Kami jual sama mamak (Selvi) untuk kami beli makan. Gak lama kami dijemput sama Diki yang punya kafe itu,"katanya. 

Baca juga: Rukmana Mengaku Nyaris Ditelanjangi Sebelum Ditahan di Polsek Medan Area

Baca juga: Beli Sepatu Hasil Curian dari Bocah, Ibu dan Anak Babak Belur Dianiaya Ketua OKP

Setelah diamakan ke kafe, kedua remaja itu mendapat perlakuan tak wajar dari pengusaha kafe dan ketua OKP tersebut. 

"Di situ, pertamanya kami disuruh mengaku, kami bilanglah kami jual sama mamak. Gak lama, mamak (Selvi) dijemput dan kami dipukuli pakai senjata api laras panjang sama Pak Diki dan Pak Marlon,"terangnya. 

Akibat penganiayaan itu, kedua remaja ini mengalami luka di bagian kepala, lengan, leher dan mata lebam.

"Habis kali kami dipukuli, pak. Tangan kami diikat pakai tali, mata saya bengkak, kepala bocor dan leher saya juga luka. Waktu dipukuli itu, udah minta ampun saya sama si A (teman B), bahkan rambut kami pun dipangkas sampai cobel-cobel kayak gini,"ungkapnya.

Penulis: jat. Editor: gun.