Wed 14 Nov 2018

Beli Sepatu Hasil Curian dari Bocah, Ibu dan Anak Babak Belur Dianiaya Ketua OKP

Selvi Rukmana br Nainggolan korban penganiayaan ketua OKP, Marlon Purba dan pengusaha kafe. (foto/jat)

Medan,hetanews.com- Selvi Rukmana br Nainggolan (52) dan Siliyana br Manurung (20), warga Jalan Jermal Rahmat Indah, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, mendatangi Polrestabes Medan. Kedatangan mereka, bersama kuasa hukum dari LBH Medan guna melaporkan penganiayaan yang dilakukan oknum Ketua OKP berinisial MP dan pengusaha kafe, bernama Diki, Rabu (12/9/2018), lalu.

Kepada wartawan, Selvi mengatakan, penganiayaan yang dialaminya bermula karena dirinya menampung sepasang sepatu hasil curian yang dibawa oleh dua orang anak, berinisial B (18) dan A (13) yang tak lain tetangganya.

"Anak-anak itu datang ke warung tuak saya, mereka bilang belum makan dan mau menjual sepatu Rp15 ribu. Karena kasihan, aku lihat orang itu belum makan, makanya kubeli lah sepatu itu," ucap ibu satu anak ini. 

Tak lama kemudian, Selvi didatangi oleh MP dan pengusaha kafe tersebut. Tanpa basa-basi, Selvi langsung dianiaya dan diseret menuju kafe Diki untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

"Dari rumah, saya dibawa ke kafe Diki, awalnya. Di situ, saya dipukuli dua kali sama si Marlon Purba (pelaku). Gak lama kemudian, saya dibawa ke kafenya si Marlon dan dipukuli lagi saya di situ, sampai wajah, bibir dan kepala saya bengkak,"terang wanita pemilik pakter tuak ini. 

Tidak hanya itu, MP dan Diki mengikat dirinya, di pohon, sembari menggantungkan sepatu yang dibelinya dari kedua bocah tersebut.

"Habis dipukuli, aku diikat di kafe itu. Gak lama, boruku si Siliyana datang. Pas ditanya boruku kenapa aku diikat, langsung ditanyanya si Marlon. Malah dipukuli lagi anakku sama dia," terangnya. 

Bahkan, akibat kejadian tersebut, orang suruhan MP juga melakukan pengrusakan pakter tuak milik korban. "Aku gak tau kalau sepatu itu hasil curian. Karena kasihan aku liat anak-anak itu belum makan, makanya kubeli lah sepatu itu. Itupun kusimpan di dalam rumah. Coba saja lihat pakterku, habis dirusak sama masyakarat, anak buah si Marlon itu. Cuma dari situ aku cari makan dan mencari uang kuliah boruku itu,"ungkapnya sedih. 

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yuda Prawira ketika dikonfirmasi mengatakan, akan memeriksa laporan tersebut. 

"Saya cek dulu ya, kalau benar ada akan ditindaklanjuti,"katanya.

Penulis: jat. Editor: gun.