Wed 19 Sep 2018

SBSI Serukan Konfederasi SBSI Siantar-Simalungun Tidak Menggunakan Atribut Milik SBSI

Maurith Siahaan (Kanan) dan Muchtar Pakpahan. (foto/gee)

Siantar hetanews.com - Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Siantar, Maurith Siahaan menyerukan kepada Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) se-Siantar Simalungun beserta Federasinya agar tidak memakai dan menggunakan Nama, Logo, Tridarma dan Mars SBSI.

Hal itu disampaikan Maurith setelah Polda Metro Jaya menetapkan Presiden dan Sekjen Dewan Eksekutif Nasional KSBSI sebagai tersangka tindak pidana Hak Cipta. 

Pemberitahuan penetapan tersangka itu jelas Ketua SBSI Siantar ini dimuat melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Polda Metro jaya nomor: B/1574/VIII/RES.21/2018/Dit Reskrimsus. 

"Dalam hal ini, diinstruksikan kepada seluruh pengurus KSBSI yang ada di Siantar Simalungun baik Federasinya, untuk tidak berhak memakai Nama, Logo, Tridarma dan lagu mars SBSI," tegasnya, Kamis (13/9/2018).

Ia mengatakan, hal tersebut sesuai dengan Putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor: 378 K/Pdtsus- HKI/ 2015 yang sudah berkekuatan hukum tetap (In Kracht), dimana dalam putusan tersebut dinyatakan Prof.Dr. Muchtar Pakpahan adalah pemilik mutlak SBSI berikut: Nama, Logo, Tridarma dan Mars SBSI.

Lebih lanjut Maurit menerangkan, penetapan tersebut terkait laporan Muktar Pakpahan ke Polda Metro Jaya dengan Nomor: LP/5280/XII/2015/PM/Dit Reskrimsus, tanggal 10 Desember 2015 yang lalu.

Laporan itu terkait Hak Cipta nama dan Logo SBSI yang masih dipergunakan oleh Pengurus DEN KSBSI. Muchtar Pakpahan, jelas Maurith, untuk selanjutnya akan mengambil langkah bersama Tim Hukum mengawal proses perkara tersebut agar dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Penulis: gee. Editor: anto.