HETANEWS

Kalah Tipis dari PSIS, PSMS Masih Punya Untung?

Medan, hetanews.com - Kekalahan memalukan dari tamunya PSIS Semarang 3-2 dalam lanjutan Liga 1 pekan ke 21 di Stadion Teladan Medan, Rabu (12/9/2018) sore lalu ternyata sedikit menyisakan hal positif bagi tim.

Managemen PSMS Medan ternyata masih diuntungkan dengan sikap suporternya yang tak melakukan aksi bakar flare seperti tiga laga kandang yang dilakoni mereka sebelumnya.

Hasil ini pun membuat managemen pengurus tak harus memikirkan pengeluaran anggaran besar setelah sebelumnya telah mendapatkan sanksi PSSI mencapai Rp 485 juta.

Dimana Komisi Disiplin (Komdis) PSSI per tanggal 1 Agustus kemarin meminta PSMS membayar denda Rp 255 juta akibat ulah suporter yang nekat membakar flare dalam pertandingan PSMS kontra PSM Makassar di Stadion Teladan 23 Juli lalu.

Selain itu, PSMS juga harus membayar denda Rp 30 juta saat menjamu Bhayangkara FC, Kemudian Persib Rp 80 juta dan Persipura Jayapura Rp 120 juta dalam kasus pelanggaran yang sama. Sehingga, jika ditotalkan PSMS harus membayar sebesar Rp 485 juta.

Hal itu pun dibenarkan sekretaris panpel pertandingan Julius Raja. Pria yang akrab disapa King itu menjelaskan jika laga kali ini diuntungkan karena bertanding pada sore hari. Alhasil, salah satu kelompok pendukung PSMS yang kerab melakukan aksi bakar flare tak bisa melakukan aksinya.

"Selain personel kemanan ditambah untuk mengantisipasi aksi merugikan suporter, kita juga diuntungkan dengan main sore karena tak ada aksi bakar flare," sebut King. 

Namun, King tak menampik adanya kerugian dengan main sore. Dimana jumlah penonton sedikit berkurang mengingat waktu pertandingan digelar saat jam kerja. 

"Ada ruginya juga, penonton pasti bekurang karena laganya saat jam kerja," beber King.

Penulis: mek. Editor: bt.