HETANEWS

Ini Manfaat BPOM di Tanjungbalai dan Wilayah Kerjanya

Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial saat acara peresmian kantor Loka BPOM Kota Tanjungbalai, di Jalan Sudirman KM 3.5 Tanjungbalai, Rabu (12/9/2018). (foto/ferry)

Tanjungbalai,hetanews.com- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hadir sebagai fenomena untuk efisiensi dan likuidasi untuk efektivitas pengawasan obat dan makanan.

Dalam mengatasi persoalan yang berdampak pada ancaman perang tanpa senjata, yakni trend peredaran obat-obatan yang tidak berlabel BPOM yang dapat menyebabkan, semakin banyak masyarakat yang terkena penyakit jantung, kanker, dan penyakit lainnya. Sehingga perlu penanganan dan pencegahan melalui lembaga Loka POM.

Hal ini dikatakan Kepala  Balai POM Sumut, Yulius Sacramento Tarigan, dalam acara peresmian kantor Loka BPOM Kota Tanjungbalai,  di Jalan Sudirman KM 3.5 Tanjungbalai, Rabu (12/9/2018).

Peresmian kantor BPOM ini, diresmikan langsung oleh Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dan turut hadir Kepala BBPOM Medan, Y Sacramento Tarigan.

Peresmian kantor Loka POM di Kota Tanjungbalai setelah diterbitkannya Peraturan Kepala Badan POM No. 12 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang menetapkan terbentuknya 40 Loka POM, di seluruh Indonesia. Yang salah satunya adalah Loka POM di Kota Tanjungbalai dengan wilayah kerja meliputi Kota Tanjungbalai, Asahan, Labura, Labuhanbatu dan Labusel.

Kota Tanjungbalai dipilih karena Tanjungbalai merupakan kota yang menjadi pusat dan paling strategis lokasinya dengan daerah lain disekitarnya, sehingga memudahkan pengawasan BPOM. Dan atas dasar analisis komprehensif peredaran obat dan makanan berbahaya.

Diangkat sebagai Kepala Loka POM Kota Tanjungbalai, Denny S Purba yang dilantik 14 Agustus 2018 yang lalu, di Jakarta. Loka POM ini bertugas membantu program Pemerintah dalam pengawasan obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan.

Kepala Loka POM Tanjungbalai, Denny S Purba, mengharapkan dukungan semua elemen dalam membantu pengawasan obat dan makanan di wilayah Loka POM Tanjungbalai.

Sementara Balai POM Sumut, Yulius Sacramento Tarigan, mengatakan, BPOM hadir sebagai fenomena untuk efisiensi dan likuidasi untuk efektivitas pengawasan obat dan makanan. Dalam mengatasi persoalan yang berdampak pada ancaman perang tanpa senjata, yakni trend peredaran obat-obatan yang tidak berlabel BPOM yang dapat menyebabkan semakin banyak masyarakat yang terkena penyakit jantung, kanker, dan penyakit lainnya sehingga perlu penanganan dan pencegahan melalui lembaga Loka POM.

Loka POM hadir dalam mengkomunikasikan informasi yang baik serta memberi edukasi kepada masyarakat (pelaku usaha) agar masyarakat dapat mengkonsumsi makanan sehat dan juga mendampingi masyakarat dalam pengolahan makanan maupun obat yang sehat, ujar Kepala BBPOM. 

"Dalam 100 hari Loka POM Tanjungbalai dituntut punya target dalam mengedukasi dunia usaha untuk meregistrasikan makanan yang sehat dan berstandart nasiobal hingga internasional,"katanya.

Wali Kota Tanjungbalai,  M Syahrial, mengapresiasi Balai POM Sumut yang memberi kepercayaan kepada Pemko Tanjungbalai dalam hal pengawasan obat dan makanan.

Balai POM memiliki prospek yang cukup baik dan bermanfaat kepada publik. Dalam rangka perlindungan masyarakat, maka Loka POM Tanjungbalai harus memampu memberikan rasa aman terhadap masyarakat terkait peredaran obat maupun makanan yang baik dan sehat untuk dikonsumsi, ujarnya.

Syahrial mengatakan,  masyarakat kurang memahami dalam mengkonsumi obat/makanan tanpa izin sehingga berbaya untuk kesehatan. Untuk itu, kami berharap Loka POM nantinya harus mampu memberikan pelayanan dan informasi terkait hal tersebut, "ucap Wali Kota mengakhiri.

Penulis: ferry. Editor: gun.