Wed 19 Sep 2018

Soal Sikap Untuk Pilpres, Edy Rahmayadi Jangan Seperti Kacang Lupa Kulit

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (foto/int)

Medan, hetanews.com - Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi diingatkan agar jangan seperti kacang lupa kulit terkait arah dukungan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Edy harus ingat bahwa kemenangan Eramas adalah simbol kebangkitan umat Islam di Sumut.

Hal itu dikatakan pengamat politik Dadang Darmawan Pasaribu, Senin (10/9). Dadang yang juga calon anggota DPD RI asal Sumut ini mengatakan sebagai seorang Gubernur yang dimenangkan oleh umat Islam, Edy harus bersikap memberi dukungan kepada Prabowo - Sandi sesuai dengan keinginan umat Islam di Sumut yang sudah memenangkannya di Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) kemarin.

Menurut Dadang, Edy jangan kemudian hanya membuat dukungan umat Islam itu untuk kepentingan Pilgubsu saja, sementara giliran sudah jadi Gubsu malah meninggalkan aspirasi umat Islam di Sumut yang mayoritas meinginkan 2019 Ganti Presiden. 

"Semangat memperjuangkan kemenangan Eramas itu ialah semangat Islam, mulai dari gerakan subuh berjamaah, safari dakwah, dan isu isu Islam lainnya. Dan hari ini semangat itu tetap terjaga sebagai bentuk perlawanan dan sikap umat menghadapi Pilpres mendatang," tandasnya.

Dadang mengatakan bahwa netral di Pilpres adalah bukan sebuah sikap. Edy harus tegas menyatakan dukungannya, kalau mau dukung Jokowi ya sampaikan saja terus terang. 

"Sebagai seorang Kesatria harusnya tidak boleh ada kata netral, dan netral itu bukan sebuah sikap," tandasnya.

Menurut Dadang, polarisasi basis dukungan sudah sangat gamblang terlihat di Pilgubsu kemarin. Andai Eramas kemarin dikait kaitkan dengan temannya penista agama, dan pendukung partai penista agama,maka dipastikan Eramas akan kalah. Nah, harusnya hal itu menjadi catatan sebagai rujukan arah dukungan di Pilpres, jangan justru bersikap netral. 

Menurutnya, jika alasannya netrak karena Partai pendukungnya itu ada yang ke Jokowi dan ada yang ke Prabowo, tentu hal itu tidak bisa dijadikan alasan, sebab diawal yang memberikan mandat dukungan itu ialah Gerindra, PKS dan PAN. Sementara NasDem, Hanura, dan Demokrat itu diakhir.

"Tentu yang menjadi pertanyaannya, lebih besar mana pengaruhnya, umat Islam atau partai pendukung itu yang memenangkan Eramas?" tandasnya.

 

 

 

 

sumber: rmolsumut.com

Penulis: -. Editor: sella.