Tanjungbalai, hetanews.com - Kedatangan ratusan massa nelayan diterima langsung oleh Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai dan pejabat utama lainnya. Turut hadir juga Kabagren Polres Rokan Hilir (Rohil), Kompol La Gomo.

Di hadapan ratusan massa, Kompol La Gomo mengatakan kejadian tersebut tidak dikehendaki karena situasi di lokasi kejadian yang sangat berbeda dengan kondisi cuaca yang gelap.

Terkait kasus ini, kata La Gomo, Kapolres Rohil akan menindak tegas anggota yang menyalahgunakan wewenang dan melanggar aturan.

"Saat ini pihak Propam Polda Riau sedang melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang tersinyalir telah melakukan kesalahan dan menyalahi aturan hukum tersebut," ucapnya .

Kapolres Rohil, lanjut La Gomo, sedang mengawal dan menangani proses perawatan dua korban yamg saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Adam Malik Medan.

La Gomo juga mengajak seluruh nelayan tradisional Tanjungbalai untuk mengawal kasus ini secara bersama-sama dan menemui titik terang. Sampai saat ini beberapa anak buah kapal dan Kapal KM Barokah Sari masih ditahan di Posmat Panipahan.

Perlu diketahui, Minggu (9/9/2018) sekira pukul 22.00 WIB, Kapal Boat Nelayan Tank Kerang yang ditekongi oleh Sumpal dengan anak buah kapal sekira 10 orang tiba-tiba didatangi 1 unit Kapal Boat Nelayan Jaring dan langsung melakukan penembakan secara membabi buta. Akibatnya 1 orang meninggal dunia dan 2 orang mengalami luka tembak.

Suharsono alias Manggor (38), warga Jalan Terisi, Lingkungan II, Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai mengalami luka tembak pada bagian dada hingga meninggal dunia.

Sementara Irwansyah (31), warga Jalan Rel Kereta Api, Lingkungan II, Kelurahan Pematang Pasir mengalami luka tembak pada paha kaki sebelah kanan.

Agus Salim (30), warga Jalan Rel Kereta Api, Lingkungan II, Kelurahan Pematang Pasir mengalami luka tembak pada pelipis sebelah kanan kepala.

Baca juga: Rekannya Ditembak Mati, Ratusan Nelayan Geruduk Polres Tanjungbalai