HETANEWS

Assessment Test Acuan Menempatkan Posisi 'The Right Man In The Right Place'

Pejabat Eselon II B yang ikut dalam uji kompetensi atau assessment test di ruang data Balaikota Siantar, 2-8 September 2018.

Siantar,hetanews.com- Pelaksanaan assessment test atau uji kompetensi terhadap pejabat tinggi pratama atau eselon II B, di lingkungan Pemko Siantar, dipertanyakan. 

Dua tahun sebelumnya, Pemko pernah melakukan uji kompetensi kepada pejabat eselon II. Dari 30-an peserta, hanya sedikit pejabat yang lulus dari fit job tersebut. 

Demikian diutarakan oleh Hendrik Sihombing saat menanggapi penyelenggaraan assessment test, terhadap 21 Pejabat Eselon II B yang baru saja digelar oleh Pemko Siantar. 

Ketua Kompasn Siantar ini, menerangkan, penyelenggaraan fit job atau uji kompetensi itu sudah pernah digelar, pada Desember 2016 yang lalu. 

"Karena dulu sudah pernah dilakukan fit job hanya tiga atau empat orang saja yang lulus uji kompetensi. Hanya sedikit, gak ada yang memenuhi persyaratan," pungkasnya, Senin (10/9/2018).

"Cemanalah asal diangkati (pejabat eselon II) kemarin itu, karena ada uangnya diangkati, suka atau tidak suka pejabat saat itu" ujarnya menambahkan, saat itu masa Plt Wali Kota, Anthony Siahaan.

Hendrik berujar, saat itu hasi fit job tersebut pun terpaksa dibatalkan. Ia akhirnya kecewa setelah mengetahui pejabat Eselon II  yang diangkat berasal dari yang tidak lolos fit job.

"Malah pejabat eselon II yang diangkat jadi kadis, kebanyakan yang gagal itu. Yang uji kompetensi dinonjobkan, kan kecewa kita,"katanya.

Baca juga: Kompasn Minta Hasil Assessment Test Dibuka ke Publik

Dengan itu, Hendrik meminta agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi, pada penyelenggaraan assessment test kali ini. 

"Assessment test ini adalah mencari pegawai yang berkualitas, berkompeten, selama menduduki jabatan selama satu tahun. Gak boleh lagi yang gak sehat jadi kepada OPD, yang gak patuh,"katanya menyinggung dua peserta assessment test yang tidak hadir.

Hal yang sama juga disampaikan Robert Tua Siregar saat dimintai pendapatnya terhadap penyelenggaraan asssesment kepada pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemko Siantar.

Rangkaian uji kompetensi ini, kata dia, untuk mereduksi kekeliruan dalam penempatan posisi sesuai kemampuan. Atau lebih mengarah ke istilah 'the right man in the right place'. 

"Passing grad yang telah ditentukan akan menjadi acuan baperjakat dalam penentuan seseorang apakah layak atau tidak. Karena kombinasi hasil assesment test dan kemampuan akan menentukan nilai seseorang dalam batas ambang passing grad atau tidak," papar Direktur Pasca Sarjana Universitas Simalungun (USI) ini.

Penulis: gee. Editor: gun.