Wed 19 Sep 2018

Ketahuan Selingkuh, Oknum PNS Dispenda Tebingtinggi Seret Istrinya dengan Mobil Sedan

Korban FR saat diseret suaminya, TA. (foto/david siman)

Tebingtinggi,hetanews.com- TA (36), oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendapatan Pemko Tebingtinggi yang menjabat sebagai Kabid PBB, dilaporkan istrinya, FR (33) yang juga honorer Dinas Satpol PP ke Polres Tebingtinggi, Rabu (5/9/2018).

Karena dengan tega menyeret istrinya dengan mobilnya, Rabu (5/9/2018), sekitar jam 18.00 WIB, lalu, di kawasan Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di depan Ramayana Dept Store, Kelurahan Sri Mersing, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi.

Ditemui wartawan, di ruang rawat inap RSU dr H Kumpulan Pane Tebingtinggi, Senin (10/9/2018) sekitar pukul 13.00 WIB, korban Fitri Rohani, menjelaskan, bahwa kejadian  berawal saat dirinya memergoki suaminya, TA tengah berduaan dengan wanita selingkuhannya, berinisial SN yang juga oknum PNS Dinas Sosial, di dalam mobil yang lagi parkir, di tepi jalan. 

Korban FR saat mendapat perawatan. (foto/david siman) 

Selanjutnya korban FR langsung menghampiri dan membuka pintu mobil sedan tersebut. Saat itulah ia melihat suaminya berduaan dengan SN di dalam mobil sedan tersebut. Tak ayal, korban  FR  langsung menarik pakaian SN dan memintanya turun.

Melihat istrinya memergoki perselingkuhan tersebut, pelaku TA bukannya mengaku salah tetapi dia lebih menyelamatkan selingkuhannya yang berstatus janda itu dengan menjalankan mobilnya. Akibatnya, korban FR yang masih merenggut SN langsung terjatuh dan terseret beberapa meter hingga mengalami luka-luka ditubuhnya. 

Melihat kejadian, warga yang berada dilokasi langsung menyelamatkan korban dan membawanya ke RSU Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, guna untuk menjalani perawatan.

Luka akibat diseret mobil yang dialami korban FR. (foto/david siman)

Kepada wartawan, FR  mengaku, rumah tangga yang dibinanya selama 10 tahun itu terusik dengan kehadiran SN, sebagai orang ketiga. Pada Februari 2017 lalu, FR  juga melihat di hp suaminya sedang berchatting mesra dengan selingkuhannya. Dan kisruh rumah tangga mereka saat ini sudah masuk gugatan perceraian, namun belum berkekuatan hukum.

"Kami sudah setahun pisah ranjang dan suamiku TA juga  telah menelantarkan kehidupannya tanpa memberikan nafkah, “jelasnya.

Saya juga sudah membuat laporan ke Polres Tebingtinggi tertanggal Rabu (5/9) lalu, tetapi hingga kini pelaku yang juga sebagai suaminya belum juga  ditangkap Polisi, tambahnya. 

Untuk itu, dia berharap agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku. Aku meminta agar dia diproses secara hukum setimpal dengan perbuatannya. Dan aku meminta pihak kepolisian memberikan keadilan padaku, harap korban.

Penulis: david siman. Editor: gun.