Wed 19 Sep 2018

Ini Kronologi Mahasiswi Sultan Agung Dijambret hingga Paha Kirinya Retak

Tiga pelaku jambret handphone saat diamanakan di Polsek Siantar Selatan, Sabtu (8/9/2018). (foto/hza)

Siantar,hetanews.com - Pelaku jambret handphone milik Pebrianti Devi Sinaga (22), mahasiswi Sultan Agung Siantar, warga Jalan  Farel Pasaribu, Gang Anggur, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Siantar Marihat, kini genap menjadi tiga orang.

Tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dialami korban, berlangsung di depan SPBU, Jalan Melanthon Siregar, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Marihat, pada Jumat (7/9/2018), lalu, pukul 16.00 WIB.

Adapun identitas pelaku, yakni, JFS (15), JMS (13) dan WRP (17). Ketiganya merupakan warga Kecamatan  Siantar Marimbun.

Kapolsek Siantar Selatan, Iptu Rudi Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya, mengatakan, korban dijambret ketika sedang mengendarai sepeda motor seorang diri, di Jalan Melanthon Siregar, depan SPBU, menuju arah simpang empat.

"HP korban berdering (panggilan masuk) dan mengangkatnya, lalu  menyelipkannya di sela- sela helm agar bisa berbicara ditelepon di atas sepeda motor. Namun tiba-tiba dari arah belakang, HP korban dirampas oleh pelaku yang berbonceng tiga dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Soul warna hitam BK 6522 WAG,"paparnya.

Berhasil merampas handphone korban, ketiga pelaku melarikan diri menuju arah simpang empat. Dari arah belakang, korban mengejar sambil teriak - teriak minta tolong.

"Sampai di Jalan Gereja, simpan Jalan Sudirman, tepatnya di bundaran simpang empat, korban berhasil mengejar pelaku dan merebut HP miliknya dari tangan pelaku hingga terjadi tarik menarik antara korban dengan pelaku,"ungkapnya.

Lanjut Rudi, setelah tarik menarik, mengakibatkan sepeda motor korban oleng hingga sepeda motor korban dan pelaku sama - sama terjatuh karena menabrak kendaran lain.

Baca juga: Dijambret 3 Anak di Bawah Umur, Mahasiswi Sultan Agung Alami Luka Parah

"Setelah terjatuh, dua pelaku  berhasil diamankan warga dan dibawa ke Polsek. Semenatara pelaku WRP, berhasil melarikan diri, namun berhasil kita amankan kembali setelah melakukan pengembangam," ungkap Rudi lagi.

"Hari Sabtu (8/9/2018) dini hari, pelaku WRP berhasil diringkus di Jalan Gereja dekat rumah makan Asean," ujarnya.

Selain sudah menyita barang bukti sepeda motor dan handphone merk Xiaomi Note 5A warna hitam. Iptu Rudi kembali mengatakan, untuk kedua pelaku JFS dan WRP dilakukan penahan.

"Pelaku JFS dan WRP kita lakukan penahan. Sementara JMS tidak dilakukan penahanan karena usianya di bawah 14 tahun, sesuai dengan Pasal 32 dan 33 UU No.11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. Namun terhadap anak tersebut dikenakan wajib lapor dua kali seminggu ke Polsek Siantar Selatan dan perkaranya tetap dilanjutkan ke JPU," pungkas Rudi.

Penulis: hza. Editor: gun.