HETANEWS

MA Mutasi Ketua PN Simalungun Jadi Hakim Biasa

Lisfer Berutu (foto kolase)

Simalungun, hetanews.com – Jabatan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Simalungun ditangan Lisfer Berutu tak lama lagi bakal ditinggalkannya. Lisfer dipindah tugaskan ke PN Pati, Jawa Tengah sebagai hakim biasa.

Informasi diperoleh, Jumat (7/9/2018), mutasi tersebut sesuai hasil Tim Promosi Mutasi (TPM) Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Badilum) Mahkamah Agung (MA) yang dipublikasikan pada Juli 2018.

Terhadap hakim Tim promosi juga meminta agar dilampirkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dua tahun terakhir atau selama jabatan terakhir.

Koordinator Penghubung Komisi Yudisial (KY) Sumatera Utara, Syah Rijal Munthe mengungkapkan mutasi yang terjadi pada hakim bisa berbentuk penurunan ptestasi atau bukan.

Ia menjelaskan jika Lisfer Berutu sebagai Ketua PN Simalungun dumutasi menjadi hakim biasa dengan status kelas pengadilan sama maka terjadi penurunan.

"Makanya kita lihat dulu kelasnya. Kalau sama kelasnya dengan Simalungun, dan pindah menjabat sebagai anggota biasa maka terjadi penurunanlah," ujarnya.

Diketahui, nama Lisfer Berutu belakangan hangat untuk dibicarakan. Ia dinilai kerap memberi hukuman ringan terhadap terdakwa dalam sidang yang ia pimpin.

Menurut catatan awak media, Lisfer sebagai Ketua Majelis dalam kasus bandar sabu Rita Haryati Siregar hanya menjatuhkan vonis 2 tahun penjara, meski jaksa menuntut 8 tahun.

Adapun pasal yang diterapkan pasal 112 Ayat 1 UU No 35 /2009 tentang narkotika. Yang mana pasal ini menetapkan batas hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun.

Baca juga: Didakwa Bandar Sabu, Hakim PN Simalungun Vonis Rita Siregar Hanya 2 Tahun

Tak hanya itu, Lisfer Berutu juga memvonis 1 tahun terhadap Ardiansyah-adik kandung Walikota Siantar. Ia dijerat pasal 127 ayat 1, yang sebelumnya dituntut 6 tahun oleh jaksa dengan pasal 112 ayat 1.

Lalu Rejo, terdakwa kasus judi togel divonis penjara selama 4 bulan. Rejo merupakan penulis togel. Terdakwa penulis togel lainnya, Budiman Sirait. Hakim ketua sidang Lisfer menjatuhkan pidaa penjara selama 7 bulan penjara, meski jaksa menuntut 17 bulan penjara.

Penulis: bt. Editor: tom.