Fri 14 Dec 2018

Sungai Tercemar Limbah Sawit, Polda Sumut Didemo

Massa TWC berunjuk rasa di Mapoldasu, Kamis (6/9/2018). (foto/adr)

Medan, hetnews.com - Masyarakat yang tergabung dalam Tansparancy Wacth Center (TWC) berunjuk rasa di pintu gerbang Mapolda Sumut, Kamis (6/9/2018). Mereka meminta aparat khnepolisian untuk melidik limbah pabrik Kelapa Sawit PT KIP (Kencana Inti Perkasa) dan memanggil pengusaha yang telah merusak ekosistem wilayah mereka terutama sungai. 

"Jadi air sungai di desa kami, Desa Bandar Selamat, Aek Kuo, Labuhanbatu sudah dicemari oleh limbah pabrik kelapa sawit tersebut. Ikan-ikan di sana semua pada mati, karena pihak pengusaha membuang limbah pabrik ke sungai dan di perkebunan di sana," ujar koordinator aksi Ahmad Simatupang dalam orasinya, Kamis (6/9/2018). 

Padahal selama ini, dia bilang, banyak warga di sana yang mencari nafkah untuk keluarganya dengan mengambil ikan di sungai tersebut. 

"Selain itu, air di sungai juga sudah tidak bisa digunakan oleh warga. Karena selain kotor dan bau, warga kerap gatal-gatal jika menggunakan air Sungai tersebut," ungkapnya.

Untuk itu, mewakili masyarakat Desa Bandar Selamat, Aek Kuo, Labuhanbatu, mereka meminta Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Agus Andrianto untuk turun ke lokasi dan melihat kondisi wilayah tersebut yang sudah sangat memprihatinkan.

Pihak Humas Polda Sumut, Kompol Silaen kepada para pendemo berjanji akan melaporkan informasi tersebut kepada Kapolda Sumut dan juga fungsi terkait (Ditreskrimsus Polda Sumut) agar ditindaklanjuti.

Penulis: adr. Editor: anto.