HETANEWS

dr Fadlun, Terdakwa Penipuan Rp 1,4 Miliar Pucat Dituntut 3 Tahun

Terdakwa Fadlhun saat mendengarkan vonis. (foto/dian)

Medan,hetanews.com- dr Fadlun Djamali, terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp1,4 miliar, tampak pucat saat dituntut 3 tahun penjara.

"Menuntut terdakwa Fadlhun Djamali dengan hukuman pidana 3 tahun penjara,"ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sarjani Sianturi, di ruang Cakra IV, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (6/9/2018) sore.

Dalam tuntutan yang dibacakan di depan majelis hakim yang diketuai Richard Silalahi, JPU mengatakan, bahwa terdakwa terbukti melanggar dakwaan pertama, yakni, pasal 378 yang dengan tipu muslihatnya menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang. 

Menurut JPU, hal yang memberatkan adalah terdakwa belum berdamai dengan korban, terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami kerugian materil. Dan yang meringankan, terdakwa sebelumnya tidak pernah dihukum.

Atas tuntutan itu, tim kuasa hukum terdakwa mengaku mengajukan nota pembelaan (pleidoi) pada sidang berikutnya.

Sementara itu, pantauan awak media, tampak ruang sidang dipadati oleh puluhan Ormas Islam dari Front Pembela Islam (FPI). Kedatangan mereka untuk memastikan sidang berjalan lancar tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Ketua DPD FPI Sumut, Habib Said Hud Alatas, ketika dimintai tanggapannya mengenai laporan polisi, seseorang bernama Razik yang mengaku dipukul oleh saksi korban (dalam perkara ini) seusai sidang pada pekan lalu, mengaku heran.

Apalagi, katanya, saat membuat laporan di Polsek Medan Baru, Razik didampingi oleh dua orang yang mengaku-ngaku sebagai anggota FPI.

"Tidak benar mereka (Anwar Sadat dan Asmuni) anggota FPI. Ini FPI gadungan yang kerjanya kesana kemari mengaku-ngaku anggota FPI demi mendapatkan sesuatu," ujar Habib Hud Alatas, di Medan, Kamis (6/9/2018).

Dikatakan Habib, baik Anwar Sadat maupun Asmuni telah terpantau beberapa kali ikut terjun membekap terdakwa Fadlun yang tengah mengikuti sidang, di PN Medan, dalam kasus penipuan yang menimpa korban Abdul Hasan yang tak lain adalah ayah kandung Ketua Hilal Merah Indonesia (HILMI) DPD FPI Sumut Husni Hasan, dalam kasus penipuan Rp1,4 miliar.

Karena itu, Habib mengimbau kepada masyarakat agar waspada dengan kedua orang tersebut. "Jadi tindak tanduk mereka berdua ini tidak ada kaitannya dengan FPI Sumut," tegas Habib sembari mengatakan, bila ada pihak yang dirugikan supaya langsung melapor ke aparat hukum, terlebih bila kedua orang tersebut mengaku-ngaku anggota FPI, silahkan laporkan ke dirinya.

Sedangkan terkait laporan pengaduan atas tuduhan penamparan yang dilakukan Abdul Hasan, menurut Habib, setelah berkoordinasi dengan pihak Polsek Medan Baru, dapat dipastikan, bahwa laporan itu tidak akan naik perkara, karena tidak ada bukti dan terkesan fitnah belaka.

"Kita sudah koordinasi dengan Polsek Medan Baru, dipastikan kasus itu tidak akan naik karena lemah dan terkesan fitnah,"pungkas Habib.

Baca juga: dr Fadlan Kasih Keterangan Berbelit-belit, Hakim Tersenyum

Baca juga: Sidang Oknum Dokter Terjerat Kasus Penipuan Rp1,4 Miliar, Keterangan Saksi Ahli malah Memberatkan

Penulis: dian. Editor: gun.