HETANEWS

BNNK Tanjungbalai Ringkus Pasutri Pengedar Pil Ekstasi

Pasutri yang diamankan petugas BNNK Tanjungbalai. (foto/ferry)

Tanjungbalai,hetanews.com- Pihak Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tanjungbalai, meringkus pasangan suami istri (pasutri) yang diduga menjadi pengedar narkotika jenis ekstasi.

Kepala Kantor BNNK Tanjungbalai, AKBP Edi Mashuri Nasution, membenarkan penahanan  pasutri, berinisial AM (20) dan FA (21),  warga  perumahan PNS Lingkungan IV, Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai tersebut.

Keduanya diringkus saat melintas di jalan Gaharu, Linkungan IV, Kelurahan  Sirantau, Kecamatan  Datuk Bandar dengan mengunakan sepeda motor NMax dengan nomor plat no 134 N, pada  Rabu ( 5/9/2018), lalu, sekira pukul 16.00 WIB.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata dari dalam jok sepeda motor tersebut , petugas kita menemukan barang bukti, berupa satu bungkus plastik transparan ukuran sedang yang berisikan 63 butir pil ekstasi merk Kenzo warna orange, " ujarnya, didampingi  Kasi Brantas, AKP P Manurung  saat dikonfirmasi, Kamis (6/9/2018).

"Di dalam jok sepeda  motor tersebut , ditemukan sebuah  botol plastik merk gatsby berbalut tisu berisi 63 butir pil ekstasi,"tegas Edi.

Hasil pemeriksaan sementara, kata Kepala BNNK Madina ini, dari bulan Agustus hingga awal September 2018 (sekarang), tersangka ini telah tiga kali melakukan pemesanan barang haram tersebut dengan seorang bandar yang namanya sudah dikantongi.

Pemesanan yang pertama sebanyak  60 butir, 40 butir  dan 70 butir  pil ekstasi dengan merk Kenzo warna orange. Kita masih mendalami kasus tersebut, ucap Edi tanpa menyebut nama bandar narkoba tersebut.            

"Sebelum diringkus , tersangka memesan 70 butir , 3 butir telah terjual dengan harga berkisar Rp. 180 ribu, sementara 4 butir lagi telah mereka gunakan sendiri , sehingga  total barang bukti yang disita berjumlah 63 butir pil ekstasi. Sedangkan kendaraan NMAX yang dipakai dengan plat nomor polisi no 134 N adalah palsu yang asli adalah BK 6636 QAH, “jelas Edi.

Selain itu , petugas juga menyita barang bukti,  1 unit sepeda motor NMAX BK 6636 QAH, uang tunai Rp.200 ribu, STNK, KTP suami istri dan handphone merk Vivo. Kedua tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) dan pasal 132 ayat (1).

"Saat ini, petugas kita lagi melakukan pencarian terhadap pemasok barang haram ini yang identitasnya telah kita kantongi,"ujarnya mengakhiri.

Penulis: ferry. Editor: gun.