HETANEWS

Pansus DPRD Siantar untuk Pembahasan Tatib Dibentuk, Ini Selanjutnya

Siantar, hetanews.com- Rapat paripurna V DPRD Siantar, terhadap rancangan peraturan DPRD tentang tata tertib (tatib), menetapkan panitia khusus (pansus) dalam pembahasan rancangan tatib tersebut.

Komposisi pansus yang sudah ditetapkan lewat paripurna ialah Hendry Dunan Sinaga sebagai ketua, Frans Herbert Siahaan sebagai wakil ketua dan Plt Sekwan, Wanden Siboro sebagai sekretaris.

Anggota, Arapen Ginting, Kamaluddin Manik, Nazli Juwita Pane, Ow Hery Dermawan, Eliakim Simanjuntak, Rini Silalahi, Nurlela Sikumbang dan yesica Pratiwi Sidabalok.

Pansus mulai bekerja besok, Jumat, 7 September sampai Jumat, 14 September 2018. Pembahasan rancangan peraturan DPRD Siantar tentang tata tertib ini berdasarkan perubahan dari PP 16 Tahun 2010 menjadi PP 12 Tahun 2018, tentang pedoman penyusunan tata tertib Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi, Kabupaten/Kota.

Frans Herbert Siahaan, ditemui di gedung DPRD Siantar, usai rapat paripurna, menyampaikan, pembahasan tatib ini sangat penting, apalagi peraturan pemerintah (PP) tersebut sudah dikeluarkan terlebih dahulu.

"Ini akan menjadi sebuah pertanyaan kalau ini tidak diselesaikan, apalagi PP-nya sudah dikeluarkan. Jadi  Jumat depan hasilnya akan kita serahkan, kalau ada yang tidak bisa kita cerna, tidak menutup kemungkinan kita lakukan konsultasi," katanya.

Senada disampaikan anggota Komsisi II, Kennedy Parapat. Kennedy menyampaikan, pada PP No 16 tahun 2010 yang digunakan saat ini, tidak dimuat pandangan umum dari tiap fraksi. 

Setelah adanya perubahan dengan PP No 12 tahun 2018, yang saat ini tengah dibahas, dimuat didalamnya pandangam umum dari fraksi DPRD.

"Pada PP 16 Tahun 2010, disitu tidak ada pandangan umum fraksi, hanya dengan 2 persetujuan, musyawarah dan voting. Jadi dengan ada PP 12 Tahun 2018  yang baru, ada dimuat pandangan umum fraksi, boleh menolak, boleh menerima lewat argumentasi," paparnya.

Penulis: gee. Editor: gun.