HETANEWS

Terkait Kemacetan di Siantar, Wali Kota Harus Evaluasi Kinerja Esron Sinaga

Kadishub Siantar, Esron Sinaga dan bus Intra tampak parkir sembarangan hingga membuat jalan macet tak karuan. (foto kolase)

Siantar,hetanews.com- Terkait kemacetan arus lalu lintas di Kota Siantar, kinerja Kadis Perhubungan (Kadishub), Esron Sinaga, mendapat kritikan dari pengamat Pemerintahan, Kristian Silitonga.

Kita kembali pertanyakan kinerja Esron Sinaga, yang memang sampai saat ini belum melihat apa dampak positif dari keberadaannya sebagai Kadishub, tegasnya.

"Sekali lagi, ini bukan soal pribadi Esron. Tapi saya lihat  secara keseluruhan, kinerja Dishub dalam hal ini Esron Sinaga dan jajarannya belum optimal. Uraian kemacetan, tata kelola lalu lintas masih belum terlihat itu blueprintnya. Bagimana kesan suka-suka, perparkiran, alur lintas angkutan kota itu masih tumpang tindih,"ungkap Kriatian Silitonga ketika ditemui di salah satu kedai kopi di Siantar, Selasa (4/9/2018) siang.

Lanjut pria berambut putih ini, masalah utama sebenarnya disamping kinerja Dishub yang menurutnya belum optimal, tentang tata kelola tertib lalu lintas juga belum kelihatan.

"Menurut saya, ini harus segera diputuskan. Ini sebenarnya kerja-kerja Kadishub dan jajarannya serta pihak terkait untuk menata itu. Menurut saya, itu belum. Bila perlu, itu kita perdakan. Jalanan itu seprti rimbanya di Siantar ini, siapa saja boleh masuk. Kita tidak tahu zonanya bagaimana. Bagaimana tata kepola lalu lintasnya. Angkutan umumpun seperti itu, priadi, parkir yang suka-suka tumpang tindih tidak ada kordinasi lintas sektor yang mengatur itu,"ujarnya.

Baca juga: Ada Terminal di Inti Kota Siantar, Kok Didiamkan?

Baca juga: Masih Mampukah Esron Duduki Jabatan Kadishub?

Kristian menambahkan, kepala daerah harus bisa menyikapi hal ini secara kongkrit dan tegas ambil sikap.

"Sudah seharusnya Siantar mengejar ketertinggalan dari daerah lain, atau kota-kota lain. Mulai lah belajar menentukan pada tempatnya. Kita bukan bermaksud menegasikan kinerja yang ada tapi fakta objektifnya kita lihat. Memang hampir semua tata kelola SKPD di Siantar ini arahnya tidak jelas. Inikan tentunya berujung ke kepala daerahnya tentunya, yaitu saudara Hefriansyah untuk mengambil sikap soal itu," ungkapnya.

Disinggung, masih layak kah Erson Sinaga menjabat sebagai Kadis Perhubungan? Krisian Silitonga menjawab, belum layak. B

Alasannya, belum terlihat kinerja atau terobosan. Jangankan membuat blueprint, menata sumberdaya Dishub saja, dan ini saya melihat belum ada hasil yang kongkrit, ujarnya.

"Saya kira kepala Daerah mengkonsep ulangkan untuk menuju kearah yang lebih baik. Mungkin pak Esron tidak disitu. Karena beliau kurang tepat berada posisi itu, dikorelasikan dengan kinerja dan realitas okjektif lalu lintas kita yang ada. Saya tidak ke pribadinya. Bagaimana kita bilang layak? Memang tumpang tindih kok, kacau balau. Tiap pagi, kita harus berjuang di rimba jalanan,"ujarnya.

Ia menambahkan, tidak ada  jalannya Siantar ini macet, karena Siantar bukan kota besar.

"Tapi kok macet. Ada sesuatu yang salah dengan sistem lalu lintas kita. Ada suatu yang kurang optimal terkait kinerja Dishub,"pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.