HETANEWS

Bupati Sergai Sampaikan Nota Pengantar 3 Ranperda

Sekdakab, Hadi Winarno, menyampaikan nota pengantar 3 ranperda TA 2018. (foto/sutrisno)

Sergai,hetanews.com- Sidang paripurna yang membahas tentang 3 raperda tahun 2018, dibuka Ketua DPRD Sergai, H Syahlan Siregar, di Gedung DPRD, di Sei Rampah, Selasa (4/9/2018) siang.

Pemaparan Bupati Sergai yang disampaikan Sekdakab, Hadi Winarno, mengatakan, bahwa dalam P-APBD TA 2018, pendapatan daerah Kabupaten Sergai ditargetkan meningkat yang semula sebesar Rp. 1.555.996.806.000,- menjadi Rp. 1.607.688.917.689,- atau mengalami kenaikan sebesar Rp. 51.692.111.689,- dengan persentase 3,32%.

Pada pos PAD, berdasarkan evaluasi dan monitoring yang dilakukan oleh jajaran Pemkab Sergai melalui evaluasi yang dilakukan sebulan sekali, terdapat beberapa jenis penerimaan dari kelompok penerimaan PAD yang sudah melampaui 50% dari target yang telah ditetapkan dalam APBD TA 2018.

PAD TA 2018 sebesar Rp. 219.156.984.000,- setelah perubahan diperkirakan sebesar Rp. 228.200.431.550,- mengalami kenaikan sebesar Rp. 9.043.447.550,- dengan persentase sebesar 4,13 %.

Sedangkan untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan yaitu bagian laba ditahan atas penyertaan modal PT. Bank Sumut mengalami peningkatan sebesar Rp. 1.964.759.140,-

Selanjutnya lain-lain PAD yang sah mengalami peningkatan yang bersumber dari penambahan target pendapatan dana kapitasi JKN dan untuk dana BOS mengalami penyesuaian sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan oleh Peraturan Gubernur.

Sementara dari pos lain-lain pendapatan daerah yang sah pada TA 2018 mengalami kenaikan sebesar Rp. 42.647.737.139,- . Kenaikan tersebut dikarenakan adanya kenaikan dari dana bagi hasil pajak dari provinsi sebesar Rp. 4.647.737.139,- dan bantuan keuangan provinsi sebesar Rp. 38.000.000.000,-. Berdasarkan asumsi yang ada, kondisi yang terjadi dan perkiraan yang diharapkan sampai dengan akhir TA 2018, maka secara kumulatif terdapat alokasi penambahan pendapatan daerah.

Sejalan dengan penambahan penganggaran pendapatan daerah, tentunya mengakibatkan perubahan kebijakan terhadap penganggaran belanja daerah. Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah pada P-APBD TA 2018 ini untuk belanja tidak langsung yaitu:

1. Penambahan penganggaran untuk belanja pegawai yang dialokasikan untuk gaji PNS.

2. Penambahan alokasi belanja hibah untuk instansi vertical.

3.Pengalihan belanja kegiatan rumah tidak layak huni dengan sumber dana Dana Alokasi Khusus (DAK) ke belanja bansos sesuai dengan Permen PU-PR Nomor 33/PRT/M/2016 tentang petunjuk teknis penyelenggaraan dana alokasi khusus bidang infrastruktur.

4.Penyesuaian dana bagi hasil TA 2018 kepada pemerintah desa.

5.Penambahan penganggaran belanja bantuan keuangan pada pemerintah desa untuk memenuhi amanat UU No. 6 tahun 2014 tentang desa bahwa pemerintah daerah harus mengalokasikan ADD sebesar 10% dari dana perimbangan yang diterima kabupaten setelah dikurangi DAK.

Sedangkan belanja daerah dalam P-APBD TA 2018 mengalami kenaikan dari Rp. 1. 545.996.806.000,- menjadi sebesar Rp. 1.684.940.231.217,32,- mengalami kenaikan sebesar Rp. 138.943.425.217,32 dengan persentase 8,99%.

Pemkab Sergai sangat memahami bahwa tujuan dari pembangunan pada akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dilakukan melalui upaya-upaya pemenuhan kebutuhan dasar manusia yaitu bidang infrastruktur, bidang pendidikan dan kesehatan.

Berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan TA 2017, maka terdapat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp. 89.216.072.668,32,-.

Ranperda Pelestarian Kebudayaan yang dibentuk dalam rangka memajukan kebudayaan di daerah serta untuk melaksanakan amanah UU No.5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, maka diperlukan strategi melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan guna mewujudkan masyarakat yang berdaulat dan berkpribadian dalam kebudayaan.

Demikian juga dengan ranperda tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan yang diajukan untuk menjamin kepastian hukum setiap peristiwa kependudukan yang terjadi di Sergai, kata Bupati, dibacakan Sekdakab.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.

Ikuti kami di Twitter, Instagram, Youtube, dan Google News untuk selalu mendapatkan artikel berita terbaru dari Heta News.