HETANEWS

Poldasu Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi RSUD Padangsidimpuan

Massa saat berunjuk rasa di Polda Sumut meminta agar kasus korupsi RSUD Padangsidimpuan dituntaskan. (foto/adr)

Medan,hetanews.com- Puluhan massa dari Pemantau Kinerja Aparatur Negara Indonesia, melakukan unjuk rasa, di Polda Sumut, meminta kasus korupsi bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan, diusut tuntas, Selasa (4/9/2018).

"Kami meminta Kapolda Sumatera Utara yang baru saja dilantik untuk mengambil tindakan tegas dengan memeriksa terlapor, untuk menunjukkan keseriusan Polda Sumut dalam menangani kasus korupsi. Sekaligus menepis isu-isu miring yang mengatakan, bahwa proyek RSUD Padangsidimpuan tersebut adalah 'jatah' oknum pejabat Poldasu," ujar koordinator aksi, Syafril.

Syafril menyebutkan, pada hari Kamis, 30 Agustus 2018, lalu, sekira pukul 17.30 WIB, terjadi kebakaran di RSUD Kota Padangsidimpuan. Kebakaran terjadi di salah satu ruangan, di basement gedung tersebut. Kejadian ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat, bagaimana mungkin kebakaran terjadai pada bangunan yang belum dipergunakan.

"Sampai saat ini, penyebab kebakaran tersebut belum diketahui. Kami menduga kebakaran ini ada kaitannya dengan laporan dari Timbul Parsaulian Simanungkalit, anggota DPRD Kota Padangsidimpuan yang mengudukan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung baru RSUD Kota Padangsidimpuan TA 2017," sebut Syafril.

Dikatakan Syafril, proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 dengan nilai kontrak Rp 22.057.053.000 dengan pelaksana PT RK Jalan Bajak II H No 51A Medan, dimana waktu pelaksanaan 5 Juni 2017 s/d 31 Desember 2017.

"Proyek tersebut sarat masalah. Mulai dari kontraknya diperpanjang sampai 2 kali, kontruksi bangunan tidak lagi seperti yang direncanakan dan lain sebagainya. Pelapor menemukan adanya indikasi, bahwa PT RK selaku pelaksana tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya, tapi selalu ditutup-tutupi,"tegas Syafril.

Syafril mengatakan, dia dan rekan-rekannya menduga sampai saat ini terlapor belum diperiksa dan menurut rumor yang beredar di tengah masyarakat, bahwa laporan tersebut tidak akan mungkin ditindaklanjuti.

"Kami mendesak Kapolda untuk memeriksa 7 terlapor dan menahannya. Karena kami khawatir selama tidak ditahan, terlapor kemungkinan akan menghilangkan barang bukti. Karena ada dugaan kebakaran tersebut adalah skenario untuk menghilangkan barang bukti,"tukasnya.

Beberapa menit berorasi, massa akhirnya ditemui oleh perwakilan dari Bid Humas Polda Sumut, Kompol Rudi Silaen. Di hadapan massa, Rudi berjanji akan meneruskan informasi tersebut kepada Kapolda Sumatera Utara. Puas mendengarkan jawaban tersebut, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Penulis: adr. Editor: gun.