HETANEWS

Dituntut 12 Bulan, Penjual Mie Berformalin Ini masih Minta Diperingan

Terdakwa Fauzi berdiri minta dihukum ringan. (foto/ayu)

Simalungun,hetanews.com- Fauzi Mulyadi (39), warga Sidorejo, Nagori Jaya I, Kecamatan Bandar Huluan, dituntut 12 bulan, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa  (4/9/2018).

Menurut jaksa, Dedi Chandra Sihombing, terdakwa terbukti menjual mie berformalin.   

Jaksa mempersalahkan  terdakwa dengan pasal 136 (1) huruf b Jo pasal 75 (1) UU RI No.18/2012 tentang pangan.

Terungkap di persidangan, terdakwa Fauzi, diamankan dari Pasar Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, pada Sabtu, 3 Pebruari 2018, lalu, sekitar pukul 18.30 WIB.

Dari terdakwa, petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM,) menyita kiloan mie berformalin dan 1 botol formalin, serta peralatan lainnya untuk membuat mie.  

Saksi BPOM dalam persidangan menjelaskan, sesuai surat tugas No: PY.06.52.824.02.18.589 melakukan operasi pasar di Simalungun.

Dari terdakwa Fauzi yang memproduksi mie kuning basah dan menjual kembali kepada pembeli, dinyatakan mengandung bahan berbahaya, yakni formalin yang dapat merusak kesehatan.  

Padahal, terdakwa mengetahui jika penggunaan formalin dalam bahan makanan adalah perbuatan melawan hukum. Menurut saksi, jika manusia mengkonsumsi formalin dapat mengakibatkan penyakit dan sangat berbahaya bagi kesehatan.   

Fauzi menggunakan bahan pembuat mie, seperti tepung terigu, garam dan lainnya bersama 3 karyawannya. Setelah jadi, mie direbus dalam air yang diberi formalin dan ditirskan, lalu diberi minyak dan dikemas untuk dijual.   

"Saya mohon ringankan hukuman saya yang mulia, saya menyesal,"kata terdakwa, di depan majelis hakim, pimpinan Roziyanti. Jika berbuat lagi, terdakwa bersedia dihukum berat.

Penulis: ay. Editor: gun.