HETANEWS

3 Bacaleg Siantar Diadukan, Diduga Karena Mabuk, Asusila Dan Narkotika

Siantar, hetanews.com - Institut Law and Justice menyurati KPU Siantar untuk menghapus Daftar Calon Sementara (DCS) 3 Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Siantar yang dinilai bermasalah. Ke-3 Bacaleg itu ialah , Marulitua Hutapea, Sorimuda Harahap dan Denny Torang Siahaan.

Menurut Fawer Sihite, Institut Law and Justice selama ini telah memantau Ke- 3 Bacaleg tersebut. Mereka juga punya catatan terkait rekam jejak tiga Bacaleg DPRD kota Siantar itu.

Ketua Institut Law and Justice ini menambahkan, lembaga yang dipimpinnya telah menelusuri dugaan kasus yang ditengarai membelit ketiganya.

"Sudah, pengaduanya sudah kami kirimkan ke KPU Siantar hari Senin semalam," Jelas Fawer Sihite kepada Hetanews, Selasa (4/9).

“Kami memandang bahwa 3 nama bakal calon DPRD itu baiknya dicopot dari daftar calon sementara, khususnya Maruli dan Denny karena telah mencoreng citranya sebagai wakil rakyat selama menjabat,” tulis Fawer lewat Whatsapp.

Adapun isi pengaduan dari Institute Law and Justice kepada KPU Siantar, jelas mantan Ketua GMKI ini, meeminta Ketua DPRD Siantar Marulitua Hutapea dicopot dari DCS (Daftar Calon Sementar).

Ketua DPRD Siantar dari Fraksi Demokrat itu, kata Fawer, selama menjabat sebagai Ketua DPRD pernah mabuk saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pedagang pasar horas.

Lebih lanjut Fawer menerangkan, Sorimuda Harahap diminta dicopot dari DCS karenakan diduga terlibat dalam kasus tindak pidana penyalahgunaan Narkotika.

Sementara Anggota Komisi I DPRD Siantar Denny Torang Siahaan juga diminta Institut Law And Justice supaya dicopot karena tersangkut moral. Denny, kata Fawer pernah terlibat dugaan kasus asusila

Penulis: gee. Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.