HETANEWS

Korupsi Dana Desa, Mantan Pangulu Nagori Pamatang Sinaman Divonis 4 Tahun Bui

Terdakwa Kawardin Purba mendengarkan vonis hakim. (foto/dian)

Medan, hetanews.com - Kawardin Purba, mantan Pangulu Nagori Pamatang Sinaman, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun dihukum 4 tahun penjara. Dia dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi anggaran dana desanya.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama empat tahun denda Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan serta membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp203 juta lebih dengan ketentuan jika terdakwa tidak sanggup membayar hingga satu bulan, harta bendanya disita negara dan apabila tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama dua tahun," ujar Majelis Hakim dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra VI, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (3/8/2018).

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan JPU Kejari Simalungun, Juna Karokaro yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 5 tahun penjara. Sedangkan denda dan uang pengganti sama seperti putusan majelis hakim.

Menyikapi putusan ini, terdakwa dan JPU menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan JPU disebutkan, Nagori  Pamatang Sinaman, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun Sumatera Utara pada tahun 2015 memiliki uang kas dana desa sebesar Rp257.153.052.

Namun dalam penggunaannya, dana ini tidak semuanya disalurkan terdakwa untuk program desa. Diantaranya dinikmati pribadi terdakwa.

Adapun realisasi penggunaan dana desa yang telah ditarik oleh terdakwa selaku Pangulu di Nagori Pamatang Sinaman tersebut adalah, penarikan pertama sebesar Rp10 juta tanggal 4 Juni 2015 tidak ada digunakan untuk belanja modal dan barang maupun kegiatan yang mendukung operasional desa. Penarikan kedua sebesar Rp92.500.000 pada 10 Juni 2015 dipergunakan terdakwa untuk kegiatan peningkatan kapasitas perangkat desa yang dilaksanakan di Pamatangraya dengan anggaran sebesar Rp20 juta.

Kegiatan pelatihan manajemen pemerintah desa yang dilaksanakan di Yogyakarta dengan anggaran sebesar Rp20 juta dan kegiatan belanja barang material dan pembayaran upah sewa alat berat menghabiskan biaya sebesar Rp14 juta.

Sedangkan sisanya sebesar Rp38.500.000 sudah habis digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi.

Penarikan yang terakhir atau yang ketiga kalinya yaitu sebesar Rp154.500.000,  dipergunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa. Antara lain untuk biaya membayar sisa hutang pinjaman terdakwa di Bank BRI Pane Tongah sebesar Rp10 juta, membantu biaya pengobatan dan penguburan ibu kandung terdakwa. Sedangkan sisanya sebesar Rp134.569.419 digunakan terdakwa untuk biaya perjalanan dan hidup di Jakarta selama satu bulan dan telah habis terdakwa pergunakan untuk biaya keperluan sehari-harinya. 

Penulis: dian. Editor: anto.