HETANEWS

Warga Geruduk DPRD Sergai, Minta Kandang Babi di Desa Kota Pari Ditutup

Warga Pantai Cermin saat berunjukrasa di DPRD Sergai, Senin (3/9/2018). (foto/sutrisno)

Sergai, hetanews.com - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Serdang Bedagai (Sergai) digeruduk puluhan warga Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Sergai, Senin (3/9/2018).

Pantauan hetanews.com, gabungan masyarakat Pantai Cermin yang mengatasnamakan “Aksi Masyarakat Bersatu” memulai aksi demo di depan kantor DPRD Sergai dengan membentangkan spanduk tuntutan. Diantaranya “Kami ingin lingkungan bersih, jangan cemari lingkungan kami dengan limbah babi dan ternak ayam”.  Mereka menolak pembangunan kandang ayam dan ternak babi yang baru di desanya.

Koordinator Aksi, Sukidi, dalam orasinya mengatakan melihat dari kondisi alam atau lingkungan masyarakat, peternakan babi dan ayam milik Kok Kheng sudah sangat meresahkan warga. Maka dari itu masyarakat melakukan aksi unjuk rasa agar peternakan baru tersebut sudah tidak sesuai dengan harapan masyarakat ingin mendapatkan udara bersih.

"Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai agar menegakkan peraturannya, agar peternakan babi dan kandang ayam baru tersebut segera ditutup dan dibongkar sehingga tidak merugikan kesehatan masyarakat," seru Sukidi.

Ketua Aksi Masyarakat Bersatu, Rusmin menambahkan, dirinya meminta DPRD Sergai jangan diam dan aktif menegakkan Perda No.12 Tahun 2013 dalam hal ini terkait adanya pembangunan kandang ayam dan ternak babi milik Kok Kheng di Desa Kota Pari.
 
Apalagi, pembangunan kandang ternak kaki empat tersebut berdekatan dengan rumah ibadah mushalla. Hal ini jelas sangat meresahkan lingkungan dan ketentraman masyarakat khususnya umat Islam yan gingin melaksanakan ibadah.

"Kami minta ternak tersebut ditutup karena sangat menggangu lingkungan," tegasnya.

Peserta aksi, Mariati (36), warga Dusun II Desa Kota Pari juga menyebut aroma limbah hewan ternak sangat menggantu warga sekitar. "Pak DPRD, tolong dengarkan aspirasi kami, karena aroma limbah babi dan ayam ini sangat menggangu kesehatan masyarakat khususnya di Desa Kota Pari. Percuma kami punya tiga orang anggota dewan, tapi tidak ada perhatiannya dengan lingkungan masyarakat," teriaknya.

Setelah menyampaikan aspirasinya beberapa perwakilan aksi diterima Komisi B DPRD, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sergai disaksikan pihak Polres Sergai.

Anggota Komisi B DPRD Sergai, MY Basrun didampingi Anggota DPRD Sergai Fraksi PDI-P Delfin Barus dan Fraksi Gerindra Rahmat Cukup Purba yang menyambut baik aspirasi masyarakat Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Sergai tersebut. Mereka pun berjanji kepada peserta aksi untuk menindaklanjuti permasalahan peternakan babi dan kandang ayam di Dusun II, Desa Kota Pari yang mengganggu ketentraman dan kesehatan masyarakat.

"Kami akan segera konsolidasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sergai melalui dinas terkait guna menanyakan syarat-syarat seperti surat izin. Apabila ada pelanggaran terhadap ketentuan berlaku serta mengganggu kesehatan dan ketentraman masyarakat kami akan tindak tegas," ucap politisi Partai Golkar itu.

Dirinya meminta pengunjuk rasa bersabar menunggu permasalahan tersebut diproses sesuai aturan yang berlaku. "Mari kita jaga stabilitas dan hindari bentrokan/pro kontra agar tercipta kondusifitas khusus di Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin," pesan Basrun.

Penulis: sutrisno. Editor: anto.

Ikuti kami di Twitter, Instagram, Youtube, dan Google News untuk selalu mendapatkan artikel berita terbaru dari Heta News.