HETANEWS

Hidup Rukun dan Berdampingan, Pamatang Layak Menjadi Tempat Paling Toleran Se-Siantar

Salah satu akses jalan menuju Pamatang yang rencananya akan dilakukan pemugaran dengan konsep kampung tematik, Bhineka Tunggal Ika di Kota Siantar. (foto:gee)

Siantar hetanews.com- Warga yang bermukim di Pamatang sekitarnya berswadaya membentuk kepanitian dalam berupaya menjadikan tempat itu sebagai kampung tematik.

Saat ini, melalui perwakilan dari penatua adat, tokoh-tokoh masyarakat di Pamatang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, kepanitian kampung tematik ini sudah dibentuk.

Edy Juniharto, selaku Ketua Panitia menyampaikan, dibentuknya kepanitian ini didasari dengan kemajemukan yang ada di Kelurahan Simalungun sebagai representasi keanekaragaman di Kota Siantar.

Di Kelurahan Simalungun, kata Juniharto, terdapat 10 etnis, suku maupun agama yang selama ini tinggal bersama sama. Ke-10 itu hidup rukun berdampingan tanpa ada perpecahan.

Untuk mempertahankan dan mempererat kerukunan antar umat beragama maupun suku dan etnis, mereka pun berinisiasi, untuk membentuk Pamatang sebagai kampung dengan tema Bhineka Tunggal Ika.

Selain memperkokoh keanekaragaman, Pamatang sebagai kampung Bhineka Tunggal Ika, Kata Edy, perlu dilakukan pemugaran. Konsepnya, menambah sentuhan cat diantara tembok dan tempat tempat lainya, dengan membubuhkan aneka warna. 

"Ada 3 jalan masuk ke Pamatang ini, jadi kemarin kita sudah melakukan pemugaran di jalan masuk dari jalam Wahidin (Jembatan). Kita lakukan gotong royong, kemudian kita cat," kata Edy saat gelar diskusi dengan Camat Siantar Selatan, di Detis Sari Indah, Minggu (3/9).

Salah satu jalan menuju Pamatang yang telah dilakukan pemugaran oleh Panitia Kampung Tematik Bhineka Tunggal Ika

Lebih lanjut Edy menambahkan, tanpa ada dukungan dari masyarakat setempat dan pemerintah, tentu kampung tematik dengan konsep warna warni ini tidak akan terealisasi. 

Oleh karena itu, saat ini pihaknya tengah berupaya melakukan audiensi dengan Pemko Siantar, didukung dengan pemerintah kecamatan setempat. 

"Ini hanya swadaya masyarakat, tanpa ada dukungan dari semua pihak, ini hanya berjalan ditempat. Kalau konsepnya, kita akan buat ini jading kampung dengan penuh cat warna warni, tanpa mengabaikan kearifan lokalnya," jelas pengurus yayasan Sangnawaluh ini.

Kampung tematik Bhineka Tunggal Ika ini pun didukung oleh Camat Siantar Selatan, Naek Tambunan bersama Lurah Simalungun. Kedepan, kata Naek, pemerintah setempat dan Panitia akan melakukan adiensi ke Pemko Siantar. 

"Selain memberi warna dengan cat, Pamatang harapanya bisa menjadi salah satu destinasi di Kota Siantar,"imbuhnya.

Naek berharap, Pemko Siantar dan setiap pihak mendukung program untuk menjadikan Pamatang sebagai Kampung Bhineka Tunggal Ika. Mengingat Kota Siantar adalah Kota yang majemuk yang nilai toleransinya menjadi barometer nasional.

Penulis: gee. Editor: edo.