HETANEWS

Sudah 199 Ribu Orang Minta Pengeluh Volume Azan Dibebaskan

Terdakwa kasus penista agama Meliana mengikuti persidangan dengan putusan sela yang dibacakan majelis hakim di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Selasa (17/7). (Septianda Perdana/Antara Foto)

Jakarta,hetanews.com- Pengadilan Negeri (PN) Medan menghukum Meliana selama 18 bulan penjara. Ia dinilai menista agama karena mengeluhkan volume azan. Suara kebebasan menggema.

Salah satu seruan kebebasan bagi Meliana menggema di jagat maya. Lewat website change.org, hingga Minggu (2/9/2018) siang, tercatat 199.980 telah menandatangani petisi kebebasan Meliana 'Bebaskan Meiliana, Tegakkan Toleransi!' . Jumlah ini masih terus bergerak dari menit ke menit.

"Secara logika dan jika dipikir dengan akal sehat Ibu Meiliana tidak bersalah dan tidak bermaksud untuk menyinggung, tapi karena beberapa orang yang sok agamais itu terlalu kolot pemikirannya, sehingga tidak bisa berpikir pakai otaknya.

Baca juga: Selembar Pembelaan Meiliana

Saya miris melihat bangsa Indonesia sekarang ini, hanya karena kepentingan beberapa orang sehingga tidak menghargai orang lain," kata seorang pengisi petisi, Elisa Pranata Nadeak.

"Ini bukanlah kesalahan yang fatal bagi saya, kita bangsa yang punya rasa toleransi dan tenggang rasa yang tinggi, masakan hanya karena ini saja harus memvonis ibu ini 1,5 tahun, saya rasa ini terlalu berlebihan," kata pengisi petisi lainnya, Still Peea.

Adapun menurut Cindy Huang, Karena hanya karena protes sedikit tentang suara toa mesjid yang membuat sakit telinga harusnya tidak usah berujung dengan membakar vihara.

"Sesulit itukah cuma untuk menurukan volume suara?" ujar Cindy.

Saat ini, proses hukum tersebut sudah naik ke tingkat banding.

Sumber: Detik.Com

Editor: gun.