Wed 19 Sep 2018

Toleransi Siantar Mulai Diganggu, Seorang Ibu Dilempar dengan Kertas Berisi Kalimat Provokatif

Lilis ketika menceritakan kepada hetanews dan menujukkan kertas yang dibungkus dengan uang Rp 2000.(Foto/Tom)

Siantar, hetanews.com - Siantar yang saat ini dijuluki sebagai kota toleransi, sepertinya hendak diganggu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, salah seorang ibu, bernama Lilis, mendapat lemparan sebuah kertas yang dibungkus dengan uang Rp 2000 dan isi kertas tersebut berisi kalimat-kalimat provokatif yang memecah belah antar muslim dan kristen.

Diceritakan Lilis kepada Hetanews.com, Jumat (31/8/2018) sekitar Pukul 12.00 WIB, dirinya bersama dengan 3 orang temannya sedang beristirahat di Taman Bunga, sambil makan siang. Pas sedang asyik menikmati istrahat, secara tiba-tiba mereka mendapat lemparan yang berasal dari jalan yang berada di sekitaran Siantar Hotel, yakni Jalan WR Supratman.

"Waktu itukan, kami lagi duduk-duduk, pas di depan jalan yang menuju Siantar Hotel itu, di Taman Bunga. Nah, waktu asyik duduk-duduk, tiba-tiba ada yang ngelempar, aku lihat kertas yang dibungkus dengan uang Rp 2000,"ucapnya.

Sayangnya, Lilis tidak mengetahui siapa yang melempar kertas tersebut. "Engga aku lihat pula siapa yang ngelempar, karena waktu itu kami semua lagi asyik main HP (handphone),"ucapnya.

Kemudian Lilis membuka kertas tersebut yang ternyata keseluruhan isinya berisikan kalimat-kalimat yang berbau provokasi antara umat kristen dan muslim.

"Ngeri kali isinya, berbau sara, tapi pas ditanya kawan aku sama ku, engga ku bilang ini apa. Aku hanya bilang engga apa-apa, tapi ngeri kali isinya. Pokoknya, isinya menjelek-jelekkan agamalah, malah ada disitu tertulis kalau manusia itu lebih hina dibanding binatang, ih ngeri kali lah isinya,"sebutnya.

Beberapa kertas yang isinya bertuliskan kalimat-kalimat provokatif.(Foto/Tom)

Ditanya, apakah hanya Lilis yang menerima lemparan tersebut ? Apakah ada pengunjung lain yang mendapatkan hal serupa ? Lilis mengatakan, dirinya tidak mengetahui hal tersebut.

"Engga tahulah aku, tapi kertasnya itu langsung kusimpan biar ada barang bukti,"katanya.

Lilis mengharapkan agar masyarakat Kota Siantar tidak terprovokasi dengan aksi-aksi tersebut dan berharap agar kepolisian segera menangkap oknum-oknum yang menginginkan Kota Siantar terpecah belah.

"Pokoknya masyarakat jangan terhasut dengan hal-hal tersebut, karena itu tindakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan aku siap dipanggil Polisi untuk menunjukkan bukti-bukti ini, biar cepat itu mereka ditangkap,"harapnya.

Penulis: tom. Editor: tom.