HETANEWS

Rapat Forum LLAJ Dianggap Hanya Seremonial, Reinhard: Inti dari Kemacetan Tidak Dibahas

Kemacetan Arus Lalu Lintas Akibat Parkirnya Bus Besar.

Siantar, hetanews.com - Rapat Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yang digelar hari ini, Kamis (30/08/2018) dianggap hanya sebatas seremonial saja, sebab Pemko tidak membahas akar masalah dari kemacetan arus lalu lintas yang ada di Jalan protokol seperti Jalan Sutomo, Merdeka, dan Patimura.

Berdasarkan keterangan dari Pengamat Hukum Reinhard Sinaga, rapat yang digelar hari ini oleh Forum LLAJ adalah tindakan yang baik, namun sayangnya pembahasan tersebut tidak membahas inti dari permasalahan saja.

"Sudah baik sebenarnya rapat itu dilakukan, tetapi inti dari kemacetan itu atau akar masalah dari kemacetan itu tidak dibahas, seperti di Jalan Sutomo dan Jalan Patimura, itu bagaimana penanganannya, apakah dibiarkan saja bus-bus besar itu tetap ngetem disitu sehingga menimbulkan kemacetan,jadi pertemuan itu kesannya hanya seremonial saja,"katanya.

Menurut Reindhard persoalan ngetem angkutan kota (angkot) di Pasar Horas bisa dikendalikan asal Dishub dapat mengontrol arus lalu lintas, sehingga menurutnya hal tersebut bukanlah menjadi masalah besar.

"Ada solusi kalau angkot-angkot di Pasar Horas tidak boleh lama-lama, itu harusnya tidak dibicarakan disanapun Dishub sudah mengerti, dan bisa mengerjakannya, persoalan utamnyakan bagaimana angkutan-angkutan besar ini,"katanya.

Dikatakan bahwa jika Kadishub beralasan jika Kota Siantar tidak memiliki Terminal, sebab Terminal di Tanjung Pinggir adalah milik dari Kementrian Perhubungan, hal itu ditanggapi Reinhard hanya jawaban untuk menghindar saja dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kadishub.

"Itu bukan jawaban sebenarnya, Terminal itukan berdiri di Kota Siantar, kan ada namanya Otonomi daerah, pemerintahan inikan hanya masalah komunikasi dan berkordinasi saja, harus pemko bisa meminta itu kepada Kementrian, dan membuktikan jika Siantar butuh terminal dengan memindahkan mereka langsung ke Terminal Tanjung Pinggir,"katanya.

Reinhard juga menyindir persoalan Lahan 573 Ha di Tanjung Pinggir yang rencananya akan diberdayakan oleh Pemko dengan membuat Kota baru.

"Bagaimana mau diberdayakan sedangkan Terminalnya aja sepi, malah jadi tempat mesum, katanya mau diberdayakan lahan Tanjung Pinggir, harusnya mulai dari Terminal itu diramaikan, jangan malah dibiarkan begitu saja,"katanya

Penulis: tom. Editor: tom.