HETANEWS

Persoalan Musda, Bacaleg Wanita Nyatakan Sikap Mengundurkan Diri, Partai Golkar Tebingtinggi Terancam Tak Ikut Pileg

Bacaleg keterwakilan perempuan DPD Golkar yang menyatakan sikap mengundurkan diri bila DPD Golkar Sumatera Utara meloloskan Basyaruddin Nasution menjadi calon Ketua DPD Golkar Tebingtinggi. 

Tebingtinggi, hetanews.com - DPD Golkar Tebingtinggi terancam tidak bisa mengikuti kompetisi Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019. Hal ini dikarenakan bakal calon legislatif (Bacaleg) keterwakilan perempuan DPD Golkar menyatakan sikap mengundurkan diri jika DPD Golkar Sumatera Utara meloloskan Basyaruddin Nasution menjadi calon Ketua DPD Golkar Tebingtinggi pada Musda yang direncanakan akan dilaksanakan pada 7 September 2018 nanti.

“Pernyataan sikap ini telah ditandatangani Bacaleg Keterwakilan perempuan Golkar sebagai bentuk penolakan Basyaruddin Nasution menjadi calon Ketua DPD Golkar Tebingtinggi,” ujar Rizki Rinda Ammelia Bangun kepada Wartawan di Coin Mulia Hotel, Kamis (30/8/2018).

Rizki Rinda Ammelia mengatakan pernyataan sikap ini sebagai wujud dukungan terhadap Plt Ketua DPD Golkar Tebingtinggi Pahala Sitorus. Dimana suksesnya pemberkasan bacaleg ke KPU Tebingtinggi mulai dari awal hingga kini berkat kerja keras Pahala Sitorus dan semuanya berjalan dengan baik.

“Suksesnya pemberkasan Bacaleg dan Pahala Sitorus juga kader senior Partai Golkar yang telah tiga periode menjadi Anggota DPRD Tebingtinggi sehingga pantas menjadi Ketua DPD Golkar Tebingtinggi,” tandasnya.

Rizki berharap DPD Golkar Sumatera Utara seharusnya tidak meloloskan Basyaruddin Nasution menjadi calon Ketua DPD Golkar Tebingtinggi karena Pahala Sitorus dapat menjadikan Golkar terkonsilidasi dengan baik.

Dalam surat pernyataan tersebut, Rizki menjelaskan bahwasanya ada tiga adik ipar kandung Basyaruddin Nasution yang mencaleg dari Partai Politik (Parpol) lain di Kota Tebingtinggi  yang pasti bertentangan dengan semangat partai Golkar dalam memperjuangan pemenangan Pemilu 2019 nantinya, dan tercatat tahun 2009, Basyaruddin caleg dari Partai Bintang Reformasi jadi bukan kader Golkar murni. 

 “Pembentukan dan Pengguatan Kelompok Kader (Pokkar) Golkar di Tebingtinggi sudah berjalan akan terkesan sia-sia karena secara otomatis Basyaruddin mengajak untuk memilih caleg dari parpol lain,” tegasnya.

Adapun nama bacaleg keterwakilan perempuan Golkar Tebingtinggi yang menyatakan sikap dengan menuangkan tandatangan yakni Rizki Rinda Ammelia Bangun, Indah Ramadani, Nurmalina, Novita Herawati, Windy Charlina Lubis, Winda Adriana Pratiwi, Sri Wahyuni, dan Mulahati Panjaitan.

Mundurnya keterwakilan perempuan ini juga diikuti sebahagian caleg lainnya seperti yang disampaikan Edi Azhar Caleg Golkar dari Dapil III, yang menyampaikan bahwa akan ada caleg lainnya yang akan menyusul mundur jika DPD Golkar Sumatera Utara meloloskan Basyaruddin Nasution menjadi calon Ketua DPD Golkar Tebingtinggi pada Musda september nanti. Maka apabila keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen mundur di tiga Dapil, secara otomatis Partai Golkar Tebingtinggi tidak bisa mengikuti pemilihan umum tahun 2019 nanti.

Sementara itu, Plt Ketua DPD Partai Golkar Tebingtinggi Pahala Sitorus saat dikonfirmasi melalui selulernya terkait adanya pernyataan sikap dari bacaleg perempuan Golkar tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya pernyataan sikap pengunduran diri bacaleg perempuan tersebut.

“Saya belum mengetahui hal ini, karena sejak tanggal 27 Agustus, saya sudah berada di Jakarta. Namun jika itu benar, itu adalah merupakan hak konstitusi mereka,” tegas Pahala.

Penulis: Ronald Nababan. Editor: tom.