HETANEWS.COM

Pasutri Simpan Sabu 2,96 Gram dalam Tempat Beras

Para saksi saat memberikan keterangan, terkait pasutri pemilik sabu di PN Simalungun. (foto/ayu)

Simalungun,hetanews.com- Pasangan suami istri (pasutri) ini, Subandi (40) dan Sri Ningsih (34), warga Blok X Nagori Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, kompak jual sabu.

Menurut saksi R.Siahaan, J Simanjuntak dan A Ginting (anggota Polsek T.Jawa), pasutri tetsebut menyimpan sabu dalam tempat beras.

"Dari  dalam tempat beras, kami temukan sabu,"jelas saksi di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (30/8/2018).                

Keduanya diamankan Polisi, pada Selasa, 27 Februari 2018, lalu, pukul 19.00 WIB, di dalam rumah terdakwa, di Simpang Leto, Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa. 

Malam itu,  saat rumah terdakwa digeledah petugas, Subandi sempat melarikan diri dan akhirnya berhasil ditangkap. Para saksi menemukan satu tempat beras dan di dalamnya ada kotak bedak pixy yang berisi 15 plastik  klip sabu seberat 2,96 gram.                  

Kepada penyidik, Ningsih mengakui, paket sabu tersebut adalah milik suaminya, yang dibeli dari Edi alias Edi Bulut (DPO), warga Simpang Nagojor Tanah Jawa, seharga Rp 1 juta.

Terdakwa bersama barang bukti sabu, diserahkan ke Polres Simalungun untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.                   

Keterangan saksi Polisi itu, dibenarkan kedua terdakwa didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba. "Benar yang  mulia,"kata terdakwa menjawab pertanyaan  hakim, tentang kesaksian Polisi itu.                

Jaksa Juna Karo Karo, menjerat para terdakwa dengan pasal 114, pasal 112 dan pasal 131 UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Untuk mendengar keterangan terdakwa, sidang dipimpin majelis hakim, Rozyanti (ketua), Hendrawan dan Nasfi, dibantu panitera, Martin O Sitorus, ditunda sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!