HETANEWS

Basmi Premanisme, Kapoldasu: Masyarakat Jangan Takut Sama Preman

Kapoldasu, Brigjen Agus Andrianto. (foto/adr)

Medan,hetanews.com- Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu), Brigjen Agus Andrianto, meminta masyarakat yang masih mendapatkan perlakuan dari premanisme segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat.

"Masyarakat kalau mendapat perlakuan seperti itu (premanisme) harus melaporkan kepada kepolisian terdekat. Jangan takut sama preman,"kata Agus, Kamis (30/8/2018).

Ia sendiri mengakui, kalau para preman masih ada di sekitar lingkungan masyarakat, khususnya di Kota Medan. "Kami perkuat dengan himbauan dan sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan," ucap dia.

Kapolda sendiri tidak membantah kalau saat ini modus para preman sudah berubah. Seperti yang terjadi di Cengkareng Jakarta Barat, para preman berkedok security dalam melakukan pemerasan terhadap pengusaha.

Untuk itu, dia sangat berharap adanya partisipasi dan dukungan dari masyarakat untuk menghentikan aksi preman dengan berbagai modus. "Harus ada peran serta masyarakat,"sebutnya.

Agus juga meminta kepada masyarakat mempunyai keberanian untuk menolak, mencegah serta melawan segala bentuk premanisme di Sumut. "Poldasu berharap masyarakat harus berani," jelas dia.

Tidak tutup kemungkinan, aksi premanisme yang terjadi di Cengkareng Jakarta Barat juga ada di Sumatera Utara. "Mereka tentu menggunakan berbagai cara, maka peran serta dan dukungan masyarakat untuk menghentikan praktek seperti itu sangat kami butuhkan," sebut mantan Waka Poldasu.

Agus menyebutkan, semenjak keluarnya maklumat Kapoldasu tentang aksi premanisme, pihaknya sudah ada melakukan penangkapan terhadap preman. "Ada yang ditangkap kemarin kita ekspose penangkapan 6 orang pelaku pengrusakan secara bersama-sama, maminta uang keamanan di wilayah hukum Polrestabes Medan," sebutnya. 

Sebelumnya, pihak Polda Sumatera Utara terus berupaya memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat Sumatera Utara dari tindakan premanisme. Untuk itu, Kapoldsu, Brigjen Pol Agus Andrianto, mengeluarkan maklumat tentang pencegahan dan pemberantasan aksi premanisme, Selasa (28/8).

Adapun maklumat Kapoldasu yakni premanisme adalah kegiatan sekelompok orang yang mendapatkan penghasilannya, terutama dari pemerasan sekelompok masyarakat lain serta menimbulkan keresahan masyarakat.

Kemudian, setiap orang secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan,  tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan, atau dengan ancaman kekerasan,  dapat dipersangkakan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 335 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun penjara. 

Baca juga: Preman Medan Harus Tobat, Kapolda Keluarkan Maklumat Berantas Preman

Masih maklumat, setiap orang memaksa dan meminta sesuatu dari orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan sesuatu barang kepunyaan orang itu atau orang lain, maka orang tersebut dapat diprasangkakan melakukan tindak pidana pemerasan sebagaimana diatur dalam pasal 368 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun. 

Setiap orang atau kelompok yang melakukan ancaman pencemaran nama baik dengan lisan maupun tulisan atau dengan ancaman akan membuka rahasia, memaksa seseorang supaya memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaannya atau orang lain atau supaya memberikan hutang maupun menghapus piutang. Maka orang tersebut dapat diprasangkakan melakukan tindak pidana pengancaman sebagaimana diatur dalam pasal 369 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun.

Setiap orang yang sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi atau dokumen elektronik yang berisikan ancaman atau menakut-nakuti secara pribadi, dapat diprasangkakan melakukan pasal 29 UU No 11 tahun 2018 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun sebagaimana dimaksud dalam pasal 45B UU No 19 tahun 2016.

Penulis: adr. Editor: gun.