HETANEWS

Tiga Kurir Sabu Dibui 7,5 dan 6 Tahun

Tiga terdakwa berdiri mendengar vonis majelis hakim PN Simalungun. (foto/ayu)
Simalungun, hetanews.com - Fani Bramsani alias Kolek (22), warga Jalan Nagur, Pematangsiantar dibui 6 tahun, denda Rp800 juta sub 3 bulan penjara. Sedangkan 2 terdakwa lainnya Van Spoor Nainggolan (32), warga Lorong IX, Kelurahan Nagapita dan Samuel Napitupulu, masing-masing dibui 7,5 tahun denda yang sama. 

Putusan majelis hakim pimpinan Lisfer Berutu SH MH tersebut dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (30/8/2018). Sebelumnya, jaksa Nova Miranda SH menuntut ketiga terdakwa masing-masing selama 8 tahun penjara denda Rp800 juta sub 3 bulan kurungan.
    
Para terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 114 (1) jo Pasal 132 (1) UU RI No.35/2009 tentang Narkotika.
Terungkap di persidangan, tertangkapnya terdakwa Fani  berdasarkan pengakuan terdakwa Ervin gauval (terpisah) yang diciduk Satnarkoba Polres Simalungun di Jalan Karyawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa, 6 Pebruari 2018 pukul 17.30 WIB.
     
Dari Ervin Gauval ditemukan sepaket narkotika jenis sabu yang disimpan dalam casing ponselnya. Sabu tersebut, menurut Ervin dibeli dari terdakwa Samuel Napitupulu (disidang terpisah), yang diterima melalui kurirnya Fani.  Polisi terus melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Samuel yang sedang duduk di atas sepeda motor Kawasaki Ninja tanpa nomor polisi. 
    
Polisi menyita paket sabu seharga Rp150 ribu dan uang hasil penjualan sabu sebesar Rp1.500.000. Samuel mengaku barang haram itu dibeli dari Dedi Purba (DPO).
    
Naas, terdakwa Van Spoor Nainggolan turut ditangkap saat akan menyetorkan uang hasil penjualan narkotika kepada Samuel yang sudah lebih dulu ditangkap petugas. Ponsel milik Samuel berdering, dan sepakat bertemu di depan USI. Hingga Van Spoor Nainggolan pun langsung ditangkap dengan barang bukti uang hasil penjualan Rp1.300.000.-
    
Terdakwa Samuel dan Van Spoor Nainggolan didampingi pengacara Antoni Sumihar Purba, SH menyatakan banding atas vonis tersebut. "Banding yang mulia," kata terdakwa. 
Sedangkan terdakwa Fani menyatakan pikir-pikir.

Penulis: ay. Editor: anto.