HETANEWS

Benar atau Tidak? Pejabat yang Pelit Sering Digosipi dan Diintip Kasusnya

Catatan: Gun

Anda saat ini lagi punya jabatan atau pejabat publik? Ada baiknya 'pintar - pintar' lah dalam melaksanakan amanah itu karena banyak cobaan dan godaan maupun rintangan saat menjalankan tanggung jawab tersebut. 

Kalau ada karakter yang baik, silahkan dipertahankan dan sebaliknya yang sifat yang buruk, tolong dijauhkan atau dihilangkan. 

Apalagi dewasa ini yaitu di era kepemimpinan Presiden Jokowi, jadi pejabat bisa dibilang ngeri - ngeri sedap. 

Banyak ‘CCTV berjalan’, mau korupsi kecil - kecilan pun susah, apalagi korupsi uang Negara sampai berkoper tentu makin parah. 

Karena ada saiber pungli hingga Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang 'menghantui' hari - hari para pejabat, apalagi yang bersentuhan langsung dengan anggaran atau pengelola anggaran. 

Dan kondisi pejabat sekarang ini memang sangat dilematis karena begitu banyak 'kepentingan' yang mau dihadapi. 

Di satu sisi, pejabat mungkin mau bersih, namun terkadang hal itu tampaknya sulit dilakukan karena untuk mendapat jabatan atau posisi di Pemerintahan mungkin harus melakukan suap dengan jumlah nominal yang tidak sikit. 

Kemudian, pejabat bersangkutan harus berpikir keras, bagaimana dia mengembalikan uangnya yang sempat disetor pada atasannya tersebut.  

Masalah praktek suap dalam lelang jabatan di Pemerintahan ini, memang sempat mendapat perhatian dari KPK, namun belum maksimal dalam mengungkapnya. 

Sehingga KPK harus lebih peka karena praktek suap ini benar - benar menggila di daerah - daerah mulai tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota.

Jangankan ambil jabatan Kepala Dinas, untuk menjadi Kepala Sekolah juga harus 'kuras rekening tabungan'.

Dan tampaknya, masyarakat juga sangat gerah dengan sifat pejabat yang munafik. Di depan dia mengaku tidak korupsi, namun di belakang menggeroti uang Negara.

Seperti di kota Siantar, ada beberapa pejabat Pemko yang digosipi karena dianggap munafik dan pelit. 

Fenomena ini membuktikan, bahwa pejabat yang munafik dan pelit dianggap ‘musuh’. Dan tak heran pekerjaannya terus dikritisi dan kesalahannya atau kasusnya terus diintip.

Apakah masyarakat mendambakan sosok Robinhood yaitu 'perampok' yang pintar membagi? Silahkan dijawab sendiri.

Kalau sudah muncul kasus seperti ini, siapa yang bertanggungjawab merubah karakter pejabat dan masyarakatnya? 

Nah, kalau Anda merasa pejabat yang munafik dan pelit, mungkin cepat dijemput petugas saiber pungli atau KPK karena pada kenyataannya Anda lah pelaku korup.  

Bagi yang merasa, silahkan direnungkan ya...karena tulisan ini ada karena ada orang yang menggosip...hmmm!!!

Penulis: gun. Editor: gun.