HETANEWS
ADVERTORIAL

TPL Peduli Sejarah, Proyek Pemugaran Mual Peninggalan Sisingamangaraja XII Dimulai

Foto bersama disela -sela memulai pemugaran mual (sumur) peninggalan pahlawan nasional dari Tanah Batak, Sisingamangaraja XII, Sabtu (25/8/2018), lalu, di desa Simare, kecamatan Borbor, kabupaten Tobasa. (foto/aldy)

Tobasa,hetanews.com- Sebagai komitmen menghargai sejarah serta berperan aktif memajukan kebudayaan dan pariwisata di kabupaten Toba Samosir (Tobasa), PT  Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) melalui program community development (CD), memulai pemugaran mual (sumur) peninggalan pahlawan nasional dari Tanah Batak, Sisingamangaraja XII, Sabtu (25/8/2018), lalu, di desa Simare, kecamatan Borbor, kabupaten Tobasa.

Pemugaran mual peninggalan Sisingamangaraja XII ini, dimulai dengan acara ritual memohon ijin dimulainya pembangunan, peletekan batu pertama, dan diakhiri doa bersama oleh perwakilan Pemkab Tobasa, perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh adat, serta perwakilan dari PT TPL.

“Pagi ini kita melakukan upacara ritual memohon ijin kepada Tuhan untuk memulai proyek pemugaran mual  peninggalan Sisingamangaraja XII. Sumur ini merupakan bukti kesaktian Sisingamangaraja XII melalui tongkatnya yang yang ia tancapkan ke tanah, mengeluarkan sumber air sehingga bisa menyelesaikan rasa dahaga saat ia beristirahat,”ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Tobasa, Audi Murphy Sitorus.

Audi mengungkapkan, bahwa Pemkab Tobasa mengapresiasi niat baik perusahaan yang memperhatikan sejarah dan kebudayaan suku Batak, khususnya di kabupaten Tobasa.

“Mewakili Pemkab Tobasa, kami mengapresiasi kepedulian PT TPL terhadap peninggalan sejarah di bumi Tapanuli ini. Pemugaran ini sangat bagus karena perusahaan menghargai budaya yang ada. Ini merupakan langkah awal yang baik dalam menghargai jasa-jasa pahlawan,”ujarnya.

Lanjutnya, bahwa niat baik PT TPL seperti ini patut dilakukan secara berkesinambungan. “Kita patut apresiasi apa yang dibuat PT TPL, pada hari ini. Secara khusus memotivasi kita masyarakat di kabupaten Tobasa untuk menghargai peninggalan-peninggalan tokoh atau pahlawan kita,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Simare, Naek Hutapea, dan Kepala SMA Negeri 1 Habinsaran, T.D Panjaitan.

“Pemugaran oleh PT TPL ini sangat bagus. Ini adalah bukti kerjasama yang baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Banyak orang mengatakan bahwa merawat atau menjaga mual ini hal sepele. Tapi hari ini terjawab dari keraguan banyak orang dengan dimulainya pemugaran,” ujar Naek Hutapea.

Ditambahkannya, bahwa pihak masyarakat di desa Simare bersyukur dengan adanya proyek pemugaran mual Sisingamangaraja XII ini. “Ini bisa jadi destinasi wisata di desa kami. Ini akan mengangkat pariwisata di desa kami. Kami berterimakasih atas perhatian PT TPL,” ujarnya.

Hutapea menceritakan, bahwa sering ada kelompok-kelompok masyarakat yang sering berkunjung kesini. “Kami berharap setelah selesainya pemugaran mual ini, maka akan lebih banyak wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara berkunjung kesini,”harapnya.

Upacara ritual permohonan ijin kepada Tuhan Yang Mahakuasa yang dipimpin boru Siregar didampingi oleh Kadisparbud Tobasa, Audi Murphy Sitorus, dan salah seorang perwakilan kontraktor yang akan mengerjakan proyek pemugaran mual itu.

Hadir di acara peletakan batu pertama, yaitu, Estate Manajer Habinsaran PT TPL, Effendi Sitorus, Humas PT TPL estate Habinsaran, Bedman Ritonga, staf CD Puji Lestari, Kades Simare, Naek Hutapea, dan Kepala SMA Negeri 1 Habinsaran, T.D Panjaitan.

Mual Sisingamangaraja XII ini akan dipugar seluas 11 x 10 meter. Mual Sisingamangaraja XII ini, bersebelahan langsung dengan wilayah hutan tanaman industri (HTI) PT TPL estate Habinsaran.

Dan di mual ini nantinya juga akan dibangun fasilitas umum, seperti toilet, untuk memberikan rasa nyaman kepada siapa saja yang berkunjung.

Raja Sisingamangaraja XII, salah satu pahlawan nasio­nal pada waktu penjajahan Be­lan­da di Indonesia, terlebih di tanah Batak.

Melihat kembali se­jarah dal­am perjuangannya me­lawan pe­njajah dengan ca­ra ber­gerilya dan berpindah-pin­dah, pada umum­nya dimana tem­­pat per­sing­gahannya,

Raja Si­singa­ma­ngaraja XII me­­nan­cap­kan tongkat sakti untuk men­dapatkan sumber air yang digu­nakan untuk minum sebagai pelepas dahaga.

Sumber air ini oleh mas­ya­rakat di sekitar Tapanuli, disebut sa­lah satu peninggalan atau buk­ti sejarah Raja Sisingamangaraja orang yang sakti. Hingga saat ini, mual di desa Simare ini sering dikunjungi oleh kelompok masyarakat.

Menurut warga di desa Simare, mual ini sering didatangi oleh orang-orang karena dipercaya mempunyai ka­siat dan diyakini bisa mengobati berbagai penyakit.

Penulis: aldy. Editor: gun.