HETANEWS

Pemilihan Rektor, IKA USI: Banyak Isu Liar yang Menjurus Polemik Rasial

Kampus Universitas Simalungun. (dok)

Siantar, hetanews.com - Ikatan Alumni Universitas Simalungun (IKA USI) menanggapi berbagai isu yang berkembang di kalangan civitas akademika jelang pemilihan Rektor USI periode 2018-2022.

Ketua IKA USI, Robin Panggabean menyampaikan, pemilihan Rektor yang akan diselenggarakan Oktober mendatang harus didasari oleh Statuta Universitas Simalungun.

"Statuta USI memberi mandat kepada Senat Universitas untuk menjaring beberapa calon Rektor. Kemudian dipilih atau ditetapkan melalui hasil keputusan Dewan Pembina USI," jelas Robin Panggabean, Selasa (28/8/2018).

Baca juga: Seleksi Rektor USI, Marihot Manullang & Corry Purba Raih Suara Terbanyak

Baca juga: Sarintan Damanik Dinilai Layak jadi Rektor USI, Ini Alasannya

Baca juga: 5 Dosen Mendaftar Sebagai Calon Rektor USI, Lelviera: Kami Berupaya Senetral Mungkin

Oleh karena itu, ia berharap agar alumni dan civitas akademika menghormati serta mengawal proses pemilihan tersebut demi kebaikan Universitas Simalungun.

"Dalam proses pemilihan Rektor ini, beragam isu "liar" berkembang di kalangan civitas akademika. Sayangnya, isu yang berkembang di tengah terselenggaranya pemilihan jauh dari isu-isu produktif. Bahkan menjurus ke polemik rasial yang berpotensi memberi efek negatif bagi masyarakat," paparnya.

Untuk menyikapi hal berkembang terkait pemilihan Rektor ini, kata Robin, IKA telah menggelar pertemuan. Hasilnya, IKA USI dalam waktu dekat akan menggelar audiensi kepada Pembina Yayasan USI guna mendengar langsung kriteria yang diinginkan oleh pembina untuk duduk sebagai Rektor USI.

Selain itu, kata Robin, pihaknya juga berharap agar nantinya Pembina Universitas Simalungun dapat lebih menghargai dan mengapresiasi kinerja senat yang telah memberikan pandangan terbaik mereka terkait calon rektor di Universitas Simalungun.

"Sempat terjadi konflik yang merugikan USI hanya karena terkait pemilihan rektor. Kita tidak ingin,masa lalu yang kelam itu terulang kembali," katanya

Dia mengingatkan, siapapun nantinya yang terpilih menjadi rektor adalah pimpinan terbaik untuk memimpin USI periode 2018-2022. Dan untuk itu, semua pihak harus mengapresiasi dan menghargai apapun keputusan yang nantinya akan diambil.

Penulis: gee. Editor: anto.