Samosir,hetanews.com- Sejumlah ikan dalam Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Danau Toba bermatian. Belum diketahui penyebab atas matinya ikan-ikan tersebut. Namun Petani Ikan menduga, kematian ikan itu terjadi diakibatkan perubahahan air Danau Toba.

Petani Ikan pemilik KJA di Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir terlihat sibuk mengumpulkan ikan yang mati untuk dikuburkan. Kematian ikan ikan tersebut berdampak besar terhadap kelangsungan bisnis mereka.

Menurut pengakuan salah seorang Petani Ikan ditemui dilokasi, kejadian kematian ikan itu dilihatnya pada Selasa, (21/8) pagi.

"Saat itu air berubah warna menjadi keruh, kemudian tidak lama setelah itu ikan menggap-menggap lalu bermatian," ujar Naibaho kepada Hetanews, Rabu (22/8).

Pendapat yang senada juga disampaikan oleh Camat Pangururan Dumosc Pandiangan. Ia mengetahui kejadian tersebut atas laporan dari Para Petani Ikan.

Baca: Mengalirnya Aek Hangoluan di Bonan Dolok

Mendengar kejadian itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Sudion Tamba menurunkan stafnya untuk  membantu para petani ikan untuk mengumpul dan mengubur ikan-ikan yang mati.

"Besok akan dilakukan pemeriksaan terhadap kualitas air," ujar Sudion menambahkan.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Samosir Jhunellis Sinaga berpendapat, penyebab kematian ikan disebabkan karena kekurangan oksigen atau 'upwelling'. Dimana fenomena air yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar dari dasar laut bergerak ke permukaan akibat pergerakan angin di atasnya.

Meskipun demikian, pihaknya akan melakukan penelitian uji laboratorium perikanan di Kota Medan untuk memastikan penyebab kematian ikan-ikan tersebut.