Wed 14 Nov 2018

Robek - robek Al-Quran, Oknum Anggota Polrestabes Medan hanya Dituntut 16 Bulan Penjara

Terdakwa Tomi saat mengikuti sidang. (foto/dian)

Medan-hetanews.com- Status Brigadir Tomi P Danil Hutabarat, sebagai anggota Polri tampaknya akan tetap disandangnya. Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sindu Utomo, menuntut  polisi yang bertugas di Dokkes Polrestabes Medan itu, hanya selama 1,4 tahun (16 bulan) penjara.

"Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Brigadir Tomi, selama 1 tahun dan 4 bulan penjara. Perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 156 huruf A,"ucap Sindu dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 4, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (21/8/2018).

Pantauan Hetanews.com, selama sidang digelar, jaksa terkesan mau menutup-nutupinya dari peliputan awak media. Pintu ruang sidang yang sejatinya tidak pernah ditutup, namun ditutup rapat oleh jaksa, layaknya sidang pencabulan anak, di bawah umur. Selain itu, pembacaan tuntutannya juga dibacakan saat umat muslim melaksanakan sholat dzuhur.

Terdakwa Brigadir Tomi sendiri saat sidang berlangsung tak ada sedikitpun raut penyesalan yang keluar dari wajahnya. Dia masih sempat melempar senyum kepada jaksa seusai pembacaan tuntutan.

Hingga akhirnya Ketua Majelis Hakim, Sontan Merauke Sinaga, menutup persidangan dan melanjutkannya pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa.

Sebelumnya dalam dakwaan jaksa, disebutkan, terdakwa Brigadir Tomi pada hari Kamis, 10 Mei 2018 pagi, bersama ibunya mengantarkan istrinya yang hendak melahirkan ke Rumah Sakit Adam Malik Medan.

Sesampainya di IGD Rumah Sakit Adam Malik, selanjutnya istri terdakwa dibawa ke lantai III ruang melahirkan. Terdakwa yang menunggu proses persalinan istrinya itu, kemudian turun untuk mengambil tas di parkiran mobil. Namun pada saat itu, terdakwa malah menuju Mesjid Nurul Iman Rumah Sakit Adam Malik. Dia masuk ke teras mesjid melewati lorong mesjid melalui bagian belakang ruangan. Dia  langsung ke kamar mandi untuk buang air kecil.

Saat itu terdakwa melihat di dalam lemari dalam mesjid berisikan Al-Quran. Setelah dari kamar mandi, lalu terdakwa langsung masuk kedalam mesjid melalui pintu samping dan mengambil 4  buah Al-Quran dan membawanya ke kamar mandi kemudian terdakwa merobek-robek 2 buah Al-Quran dan membuangnya ke dalam parit. Sedangkan 2 buah Al-Quran lagi, diletakkan di atas parit dekat tembok kamar mandi. Usai melakukan hal itu, terdakwa keluar dari mesjid dan pergi mengambil tas dalam mobil dan membawanya ke lantai III.

Kasus ini terungkap setelah sejumlah saksi melihat ada kitab suci yang berada di atas parit dan ada juga yang sobek. Mereka kemudian memeriksa CCTV mesjid dan melihat terdakwa yang melakukannya.

Penulis: dian. Editor: gun.