HETANEWS

Nasib TU, Tenaga UKS dan Penjaga Sekolah SMA/SMK masih Memprihatinkan, Ini Harapan LSM Karya

Siantar,hetanews.com- Sejak SMA dan SMK diambil alih oleh pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Pendidikan, nasib para pegawai honor, seperti tata usaha (TU), tenaga usaha kesehatan sekolah (UKS) dan termasuk penjaga sekolah, yang bertugas di SMA maupun SMK Negeri sangat memprihatinkan.

Masalahnya, penggajian mereka hanya sebatas mengharapkan kebijakan pihak sekolah, tempat mereka bertugas atau dari uang komite sekolah yang jumlahnya jauh harapan atau sekitar Rp600 ribu per bulannya.

Sejauh ini, pihak Pemprovsu masih mengakomodir gaji para guru honorer yang ditampung dalam APBD Pemprovsu dan itu pun belum semuanya bisa ditampung oleh pihak Pemprovsu.  

Berkaitan dengan itu, Ketua Umum DPP LSM KARYA, Marjo Situmorang, meminta pihak Pemprovsu, melalui UPTD Pendidikan Siantar agar memikirkan nasib para pegawai honorer tersebut, seperti TU, UKS dan penjaga sekolah yang telah mengabdi bertahun – tahun lamanya di SMA/SMK Negeri.

“Kita minta pihak Pemprovsu membuat surat tugas mereka dan menampung gaji mereka di APBD seperti para guru honorer lainnya karena mereka (pegawai TU, UKS dan pejaga sekolah,red) juga berhak mendapat kehidupan yang layak atas pengabdian mereka di sekolah, tempat mereka mengabdi,”kata Marjo kepada hetanews.com, Senin (20/8/2018) melalui ponsel.

Tidak hanya kepada pihak Pemprovsu, dia juga meminta perhatian dari pihak DPRD Sumut agar ikut memperjuangkan nasib para pegawai honorer tersebut yang hidup dengan gaji yang masih jauh dari upah minimum kota (UMK) maupun upah minimum provinsi (UMP).

Karena menurutnya, mulai pihak sekolah, Dinas Pendidikan maupun DPRD Sumut tidak bisa meniadakan pengorbanan para pegawai itu yang secara nyata berbuat demi kemajuan dunia pendidikan.

“Totalitas, seperti waktu, perhatian, pikiran dan tenaga, mereka curahkan demi kemajuan pendidikan dan sekolah, tempat para pegawai itu bertugas, sehingga sudah layak dihargai”ungkapnya mengakhiri pembicaraan.

Menanggapi harapan Marjo Situmorang terkait pegawai honor TU, UKS dan penjaga sekolah itu, Kepala UPTD Pendidikan Siantar, Darwin Purba mengatakan, bahwa masalah itu telah disikapi pihaknya dan masing – masing sekolah telah mengirim data pegawai tersebut agar dapat diperjuangkan hak mereka.

“Masing – masing sekolah sudah melakukan pendataan terhadap pegawainya agar nantinya gajinya bisa dari provinsi. Semua lagi diproses, untuk itu kita minta bersabar,”kata Darwin, Senin (20/8/2018) siang.

Bukan hanya  pegawai itu, kata Darwin, hingga saat ini masih banyak juga guru yang belum mendapat gaji dari provinsi karena semua masih dalam proses.

Penulis: tim. Editor: gun.
Komentar 3
  • Deswita Ariani
    Knp hanya guru yg ditampung lebih dulu? Kalau mmg blm bisa ditampung semua, pemerintah pilih data yg sudah lama mengabdi, guru yg baru 4 bulan kerja dah dapat gaji dr apbd provsu, sedangkan pegawai tu yg sudah lebih 7 tahun, jgnkan dua mata, dipandang sebelah mata pun tidak, gak bijak taik
  • Egar Doc
    Tata Usaha adalah Posisi pekerjaan yang menyedihkan. Bagaimana Kalau Staff Administrasi ditiadakan. suapay guru sekalian saja yg menangani surat menyurat dan jadi operator dapodik juga. biar tau pekerjaan TU itu juga SANGAT MUDAH dan RINGAN. coba saja kalo gapercaya !!!!
  • Anda Torang Nababan
    Saya TU sekaligus operator sekolah tanggung jawab berat harus siap 24 jam mempertanggung jawabkan data sekolah,hanya di hargai 250 perbulan apakah pemerintah hanya memandang sebelah mata tenaga kependidikan,padahal tanpa TU dan Operator Sekolah administrasi sekolah tidak berjalan dengan lancar..