Simalungun, hetanews.com - Sebanyak 614 warga binaan (napi) Lapas Siantar mendapat remisi pada perayaan HUT RI ke-73. Diantaranya 22 Orang dinyatakan bebas dan langsung keluar, hanya saja 3 diantarnya harus menjalani denda (subsider) sehingga 19 orang yang akan dipulangkan.

Demikian diaktakan Kapalas M.Sukardi Sianturi kepada wartawan, Jum'at (17/8/2018) di lapas P.Siantar jalan Asaham Km 7,5 Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun usai melaksanakan upacara.Perayaan HUT Kemerdekaan RI dimeriahkan dengan memakai pakaian adat seluruh pegawai Lapas dari Sabang-sampai merauke. Menurut Sianturi, pakaian adat dalam pelaksanaan upacara peringatan HUT RI ke-13 merupakan himbaun dari pusat.

"maka sebagai bentuk turut merayakan kami memakai pakaian adat, dari mulai Aceh bahkan Papua", katanya.

Upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI dipimpin Sekda Kabupaten Simalungun Gideon Purba dihadiri, Kasi Pidum Kejari P.Siantar Benny Purba SH MH, Kasi Pidum Kejari Simalungun Allan H Baskara SH, Wakapolres dan Kapolsek.

Pemberian remisi merupakan hak warga binaan yang berkelakuan baik, disiplin dan taat dalam menjalani hukuman.remisi merupakan pengurangan masa hukumankepada napi yang disiplin. Semangat kemerdekaan dan kebebasan juga diberika kepada warga binaan untuk berkarya dan bekerja keras untuk negeri ini.

"Meski saat ini kemerdekaannya dirampas", hal ini hanya secara fisik saja. Karena di lembaga pemasyarakatan, para napi diberi pelatihan dan pembinaan untuk menjadi warga negara yang lebih baik.

Demikian cuplikan pidato Menkumham yasona laoly yang dibacakan Sekdakab Gideon Purba pada peringatan HUT tersebut. Pemeberian remisi sesuai dengan peraturan perundangan-undangan No.3/2018.Pada kesempatan itu juga, diberikan penghargaan kepada pegawai dan penyeearahn remisi secara symbolis.