Tanjungbalai, hetanews.com - Walikota Tanjungbalai, M. Syahrial, SH, MH memberikan secara langsung surat remisi kepada 508 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang mendekam di Lapas Klas II B Tanjungbalai-Asahan.

Remisi ini diberikan dalam rangka HUT RI Ke-73. Dari total 1.457 napi orang, hanya 508 WBP mendapatkan remisi masa tahanan. Sebanyak 10 diantaranya langsung bebas.

"Sebanyak 508 orang warga binaan yang mendapat remisi tersebut, dengan rincian 252 pria, 15 wanita dan 4 anak-anak," ujar M. Syahrial yang bertindak sebagai inspektur upacara peringatan HUT RI ke -37 yang diadakan di halaman dalam Lapas, Jumat (17/8/2018) sekitar pukul 08:00 WIB.

Hadir dalam upacara Wakil Walikota Tanjungbalai, Ismail, Kalapas Klas II B Tanjungbalai-Asahan, Jayanta, Forkopimda setempat serta seluruh warga binaan.

Dalam pidato Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (MenkumHAM RI) yang disampaikan Walikota menyebut, bahwa remisi merupakan hak untuk mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana yang telah diatur secara legal formal dalam Pasal 14 (1) huruf i UU No. 12 Tahun 1995 tentang Permasyarakatan dan diatur dalam Permenkumham No. 3 Tahun 2018.

Di samping itu, seluruh jajaran pemasyarakatan juga diminta bekerja dengan penuh intregritas, profesional dan ketulusan serta terus menjaga nama baik, juga tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak citra institusi. "Seluruh jajaran Kementrian Hukum dan Hak Asasi Menusia Republik Indonesia mengucapkan HUT RI Ke-73 dan penghargaan yang setinggi-tingginya pada jajaran pemasyarakat atas kerja tulus kepada Nusa dan Bangsa," pesan Syahrial.

Sementara Kalapas Klas II Tanjungbalai-Asahan, Jayanta menjelaskan, sesuai keputusan Menkumham RI No PAS 445 PK 01.01.02 Tahun 2018, sebanyak 508 WBP diberikan remisi dengan rincian: 55 orang dapat remisi satu bulan, 120 orang dapat remisi dua bulan, 130 orang dapat remisi tiga bulan, 172 orang dapat remisi lima bulan dan 1 orang mendapat remisi enam bulan, sehingga totalnya 508 orang.

"Untuk yang langsung bebas di HUT RI Ke-73 sebanyak lima orang mendapat remisi satu bulan, satu orang mendapat remisi dua bulan dan empat orang mendapat remisi tiga bulan sehingga total keseluruhan 10 orang. Sementara itu yang menjalani subsider 22 orang napi," beber Jayanta.