HETANEWS

Mabuk Lalu Rampok Supir Truk, 2 Warga Dolok Panribuan Diseret ke Meja Hijau

Kedua terdakwa kenakan kaos putih duduk dikursi pesakitan. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews - Dua warga Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Icuk Sugiharto Ambarita alias Icuk (34) dan Wilman Aficiena Sinaga alias Ponot (22), masing-masing dituntut 4 tahun penjara.

Ancaman dibacakan jaksa Ria Tambunan dan mempersalahkan kedua terdakwa melanggar pasal 365 (1) KUHPidana di persidangan PN Simalungun, Kamis (16/8/2018).

Ceritanya, perampokan dilakukan kedua terdakwa pada Kamis, 15 maret 2018 pukul 01.30 wib di Perum Nagori Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan.

Icuk dan Ponot yang baru saja pulang minum tuak melintas di simpang Kawat dan merencanakan perampokan terhadap truk yang dikendarai Dedi Suhendra Situmorang bersama Dolli Pertiwi Situmorang, kernetnya.

Kedua pelaku mengendarai Suzuki Satri tanpa plat langusng mengejar truk korban bernomor plat BK 8928 KH. Setiba dilokasi, pelaku memaksa truk berhenti dan meminta uang korban dan diberikan Rp.30 ribu.

Kecilnya nominal membuat pelaku geram sehingga terjadi perkelahian dan mengakibatkan korban Dolli jatuh ke aspal.

Kesempatan itu digunakan para terdakwa mengambil dompet dan ponsel milik Dedi. Saksi Marsatu Tamba yang sedang istirahat di belakang supir membantu korban Dedi dan teriak minta tolong warga.

Teriakan membuatkan terdakwa Ponot lari ke areal perladangan namun berhasil ditangkap warga, sedangkan terdakwa Icuk ditangkap di rumahnya.

Penulis: ay. Editor: tom.