HETANEWS

Berperan Kurir Sabu, 2 Warga Siantar Terancam di Bui 8 Kalender

Terdakwa Fani dan Van Spoor meninggalkan ruang sidang usai dituntut hukuman 8 tahun penjara. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews - Fani Bransari als Kolek (22), warga Jalan Nagur, Kota Siantar dan Van Spoor Nainggolan (32), warga Lor 20 Kelurahan Nagapita, masing-masing dituntut 8 tahun bui di Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis (16/8/2018).

Selain pidana penjara, Nova Miranda selaku penuntut umum kasusnya juga membebani kedua terdakwa denda Rp 800 juta subsider 3 bulan penjara.

Jaksa dalam tuntutan menyebut kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 (1) jo pasal 132 undang-undang RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Diketahui, kedua terdakwa ditangkap setelah petugas Sat Narkoba Polres Simalungun Ervin Gauval (berkas terpisah). Ervin diciduk berikut 1 paket sabu di Jalan Karyawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun pada Selasa, 6 Pebruari 2018 pukul 17.30 wib.

Kepada petugas, Ervin mengaku membelinya dari terdakwa Samuel Napitupulu (berkas terpisah), yang diterimanya melalui kurirnya Fani sehingga polisi menangkapnya.

Polisi terus melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Samuel yang sedang duduk diatas sepeda motor Ninja Kawasaki tanpa plat. Dari Samuel disita paket sabu seharga Rp.150 ribu dan uang penjualan sabu sebesar Rp.1.500.000.

Namun saat menangkap Samuel, terdakwa Van Spoor menghubungi Samuel untuk menyetorkan hasil penjualan sabu. Kesempatan itu digunakan polisi menangkap Van Spoor di depan Universitas Simalungun (USI), berikut barang bukti uang hasil penjualan sabu Rp.1.300.000.

Sementara Samuel mengaku barang haram itu ia beli dari Dedi Purba yang kini dalam pencarian petugas alias DPO.

Penulis: ay. Editor: tom.