Siantar,hetanews.com- Ratusan driver taksi online yang tergabung dalam Forum Komunikasi Driver Online Siantar (FKDOS), Rabu (15/8/2018), menggelar aksi unjuk rasa, guna menyampaikan tuntutan kepada mitra kerja mereka, yakni, PT Go-Jek Indonesia.

Adapun tuntutan yang mereka suarakan, yakini, pertama meminta kepada PT Go-Jek Indonesia agar mengembalikan insentif point yang dimana selama dua bulan ini, bonus tidak lagi didapatkan.

Tuntukan selanjut, FKDOS meminta agar PT Go-Jek Indonesia, memberlakukan amnesti atau pemutihan akun PM (pemutusan mitra).

Yang ketiga, agar PT Go-Jek Indonesia melakukan kontrol oleh pihak manejemen yang meliputi:

a. Verifikasi data mitra awal Go Car dibuka di Kota Siantar.

b. Pantau mitra yang bekerja curang, dan apabila dinyatakan curang potong insentif tanpa melakukan PM.

c. Akun yang beropesional di Siantar hanya diperuntukkan bagi mitra yang berdomisili di Kota Siantar.

d. Tidak melakukan suspend sepihak tanpa melihat riwayat order.

atusan driver Taksi Online (Go - Car) unjuk rasa, di depan Kantor Go- Jek, di Jalan Medan Siantar. (foto/hza)

Sementara itu, Torkis Simanjuntak, selaku Sekretaris FKDOS Siantar mengatakan, di awal Go-Jek ada di Siantar dan merekrut mitra sebagai driver Go - Car, para mitra mau menjadi driver karena adanya bonus yang dijanjikan.

Bahkan ada yang sampai mengkredit mobil untuk mendaftar sebagai mitra driver, termasuk meninggalkan pekerjaan yang lama untuk menggantungkan hidupnya di Go - Car ini.

Namun seiring berjalan nya waktu dan sudah banyak driver yang terjebak didalamnya yang dalam artian menggantungkan hidupnya di Go - Car ini, perusahaan membuat tindakan semena-mena dengan menghilangkan bonus poin.

"Alasan mereka karena terlalu besarnya tingkat fraud di Siantar dengan opik, tuyul dan sebagainya. Namun kes ini tidak bisa sepenuhnya ditimpakan kepada driver. Kembali kita pertanyakan, sudah sejauh mana kontrol dari perusahan dan sistem aplikasi ini untuk mengurangi tingkat fraud di Siantar,"ujarnya.

"Tapi, semua itu bisa diatasi, apabila kita sudah melakukan kontrol dan pengawasan secara baik dan total,"pungkas Torkis Simanjuntak.