HETANEWS.COM

Dugaan Pemalsuan Dokumen, Seorang Warga India Jadi Pesakitan di PN Simalungun

Terdakwa Haja Muhideen mendengarkan keterangan saksi-saksi saat sidang di PN Simalungun. (Ay)

Simalungun, hetanews.com - Seorang warga negara India menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (14/8/2018). Raja Mahideen Abdul Hameed alias Haja Muhiden (54) didakwa memalsukan sejumlah dokumen dalam pembuatan paspor.

Ceritanya, warga 18 Abdullah Street, Sundharapuram Kamuthi Ramanatahpuram, Tamil Nadu ini hendak menjenguk anaknya di Tebingtinggi, Sumatera Utara. Ia pun datang ke Indonesia via Bandara Kualanamu dengan visa bebas kunjungan dari Kuala Lumpur. Namun, masa berlaku paspor pelaku tercatat 1 Desember 2017 hingga 30 November 2027.

Untuk mempermudah keluar masuk Indonesia, terdakwa mengurus dokumen perjalan RI (paspor) menggunakan kutipan akte nikah No.462/14/XII/2010 yang diterbitkan Kantor Urusan Agama (KUA) Bilah Hilir tanggal 13 Desember 2010. Akte nikah tersebut diurus mertua terdakwa. Berdasarkan akte nikah tersebut, terdakwa mengurus KK dan KTP ke Dinas Dukcapil Tebingtinggi. Hingga terbitlah KTP dengan NIK 1210080510780002 atas nama Haja Muhiden dan juga KK, dimana terdakwa sebagai kepala keluarga.

Dengan data yang sudah dimiliki, Senin (12/3/2018) terdakwa mendatangi kantor Imigrasi Klas II Pematangsiantar di Jalan Medan Km 11,5, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun untuk mengurus paspor. 

Petugas Eva Yohana Sinaga merasa curiga dengan berkas yang diajukan terdakwa. Saat wawancara terungkap jika sesuai database Subdit Pewarganegaraan Direktorat Tata Negara, Dirjen Administrasi Hukum Umum Kemenkumham, tidak terdapat nama terdakwa.

Diduga memalsukan data pada dokumen, tim jaksa Dasmer N Saragih SH MH, Fitriyani SH dan Julita Nababan SH menjerat terdakwa dengan Pasal n126 huruf (c) UU RI No.6/2011 tentang Keimigrasian. Persidangan siang itu juga mendengarkan keterangan saksi-saksi dari Imigrasi Klas II Siantar yang dibenarkan terdakwa. 

Majelis hakim pimpinan A Hadi Nasution SH MH lantas menunda persidangan hingga Senin (20/8/2018) masih mendengarkan keterangan saksi lainnya. 

Penulis: ay. Editor: anto.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!