HETANEWS

Ibarat Main Bola, Sat Narkoba Siantar “Balas Gol” Sat Narkoba Polres Simalungun, Skor 1: 1?

Oknum personil Polres Siantar Samsul Bahri (37) (kiri) dan Syarif Uddin (44), warga sipil yang diamankan personil Sat Narkoba Polres Simalungun dan Briptu Reza (baju putih) saat diamankan petugas Sat Narkoba Polres Siantar. (foto/kolase)

Catatan: Gun

Tertangkapnya anggota Sat Narkoba Polres Simalungun, Briptu Reza atas kasus sabu, pada Sabtu (11/8/2018), lalu, sekira pukul 03.00 WIB, oleh Sat Narkoba Polres Siantar, kembali mengingatkan kita, bahwa sebelumnya pihak Sat Narkoba Polres Simalungun juga pernah menahan personil Polres Siantar atas kepemilikan sabu dan ekstasi.

Sehingga jika diibaratkan dengan permainan bola kaki, maka kedudukan antara kedua Polres ini (Polres Siantar dan Polres Simalungun) sama skornya, yaitu 1: 1, menyusul adanya “balasan gol” dari pihak Sat Narkoba Siantar yang berhasil menahan Briptu Reza.  

Peristiwa ini membuktikan, bahwa kedua Polres tersebut memang terus bekerja dan giat – giatnya membasmi peredaran narkoba, di wilayah kerja masing – masing. Dan tampaknya tidak pandang buluh, dibuktikan dengan ditangkapnya polisi aktif tersebut.

Seperti diketahui, bahwa tepat pada Minggu (10/9/2017) malam, lalu, pihak Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun, berhasil melakukan penggerebekan di rumah milik oknum personil Polres Siantar, di Perumahan Graha Harmoni, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Minggu (10/9/2017) malam.

Informasi dihimpun, petugas mengamankan 2 orang pelaku, yakni, Samsul Bahri (37), oknum personil Polres Siantar dan Syarif Uddin (44), warga sipil.

Penggerebekan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat, jika di rumah Syamsul Bahri sering kali terjadi transaksi narkotika jenis sabu.

Atas dasar informasi itu, Minggu (10/9/2017) sekira pukul 18.30 WIB, personil Polres Simalungun melakukan penggerebekan. Selanjutnya penggeledahan di dalam rumah disaksikan Kepala Dusun dan Kepala Desa (Kades) setempat.

Sejumlah barang bukti ditemukan dari lantai 2 rumah Syamsul, yakni, 5 bungkus plastik klip sedang berisikan diduga sabu, 1 bungkus plastik klip besar yang didalamnya plastik klip kosong dan 1 bungkus plastik klip besar berisi cotten but.

Barang bukti lainnya, 1 bungkus plastik klip besar berisi diduga daun kering, mancis, kaca pirex, kompeng, pipet, gunting, selang kecil dan 2 bungkus rokok.

Sementara di dalam tas dan dompet merk Fossil ditemukan sebungkus plastik klip sedang diduga ekstasi, 2 buah plastik klip kosong, kaca pirex, pipet, kartu ATM Bank Mandiri dan BNI, SIM C serta NPWP atas nama Syamsul Bahri.

Selain itu, dari bawah meja makan dan ruang tamu, petugas menemukan buku kecil diduga buku bon, utang dan setoran narkoba, mancis, handphone (HP) merk Blackberry dan Nokia.

Baca Juga: Sat Narkoba Simalungun Ringkus Oknum Polisi Siantar, Ditemukan Sabu dan Ekstasi

Baca Juga: Ditangkap di Rumah, Personil Sat Narkoba Polres Simalungun Diringkus Bersama Dua Wanita

Dan pada Sabtu (11/8/2018), lalu, masyarakat Siantar – Simalungun juga dihebohkan dengan ditahannya anggota Sat Narkoba Polres Simalungun, Briptu Reza atas kasus kepemilikan sabu.   

Briptu Reza diamankan personil Sat Narkoba Polres Siantar, dari kediamananya, di Simpang Kerang, tepatnya di Jalan Sumber Jaya, Gang Sawit.

Polisi menangkap tiga orang saat itu. Satu pria, yakni Briptu Reza dan dua lagi adalah wanita yang hingga kini identitasnya masih ‘misterius’.  

Dan dari hasil penangkapan, petugas menyita barang bukti, 13 gram narkotika.

"Ada 13 gram. Kalau dari volume barang buktinya, itu masuk kategori bandar,"ungkap Kasat Narkoba Polres Siantar, AKP Erwin Tito Harahap melalui KBO Sat Narkoba Polres Siantar, Iptu S Purba menjawab konfirmasi wartawan.

Saat diminta tanggapan beberapa warga kota Siantar atas peritiwa ini, Minggu (12/8/2018), bahwa intinya warga memandangnya positif karena hukum harus benar – benar ditegakkan dan siapa pun pelaku penyalahgunaan narkoba memang harus dihukum, sehingga menjadi efek jera.

“Apalagi, masalah narkoba merupakan kasus luar biasa yang harus disikapi serius karena  dampaknya juga sangat luar biasa, dapat merusak kalangan pelajar dan mempengaruhi kehidupan sosial lainnya,”ujar G Simangunsong (33), warga Marihat, kepada hetanews.com.

Menurutnya, institusi Polri harus bekerja profesional dan tetap menunjukkan prestasi di tengah masyarakat.

“Ini membuktikan baik Polres Simalungun maupun Polres Siantar sama – sama bekerja membasmi narkoba dan pelakunya,”ujar Simangunsong mengapresiasi.

     

Penulis: gun. Editor: gun.