HETANEWS

Berlagak Romantis di Warung Bakso, Kepin 'Gilakan' Vario Ceweknya

Para tersangka saat diamankan di Polsek Medan Kota. (foto/adr)

Medan,hetanews.com- Dibalik sisi keromantisan Kepin, rupanya tersimpan niat jahat kepada kekasihnya sendiri, Laila Mufida. Saat makan bakso, ia menyuruh teman-temannya, mencuri kreta sang pacar. Akibatnya, pengangguran berpenduduk di jalan Benteng Hulu Medan tersebut, ditangkap polisi dan disusul ketiga temannya.

"Ya benar, tersangka kita tangkap bersama tiga tersangka lain, yaitu JP (23), pengangguran, warga Jalan Pahlawan, DS (20), karyawan, warga jalan Pahlawan dan SN (23), pengangguran, warga jalan Tangguk Bongkar Perumnas Mandala. Mereka secara bersama-sama bersekongkol mencuri kreta, di warung Bakso,"jelas Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani kepada wartawan, Minggu (12/8/2018).

Penangkapan terhadap para tersangka, bermula ketika Laila dan Kepin, makan bakso bersama Mukhtar Basri, persis di depan kampus UMSU, menuju jalan Halat, simpang jalan Laksana, tiga hari lalu. Pasangan kekasih itu datang kesana dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario BK 6116 AFG tahun 2014 milik Laila. 

Nah, saat mereka sedang makan. Kepin rupanya merencanakan siasat jahat, ia menyuruh ketiga temannya untuk mencuri kreta pacarnya. Kreta korban hilang dicuri para pelaku dari Tempat Kejadiaan Perkara (TKP). 

"Jadi, setelah setelah mereka berhasil mencurinya. Pelaku Kepin, mengajak pacarnya untuk pulang. Begitu meninggalkan warung bakso, korban yang merupakan warga jalan Yossudarso, Lingkungan IV, Titipan, Medan Deli itu pun terkejut karen kretanya hilang,"ungkapnya.

Sadar kretanya dicuri maling, korban lantas bertanya kepada penjaga parkir. Kata tukang parkir, kretanya diambil seorang pria.

"Mengetahui kretanya hilang, mereka pun pergi membuat laporan ke Polsek Medan Kota dan menghubungi pihak keluarganya,"ucapnya.

Berdasarkan laporan korban, unit Reskrim Polsek Medan Kota langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, para pelaku berhasil ketangkap berdasarkan rekaman CCTV di sana.

"Mereka menjual kreta itu seharga Rp 2,5 juta kepada seorang pendah. Kini kasus ini masih kita kembangkan,"sebutnya.

Selain para tersangka, petugas turut mengamankan barang bukti, uang hasil penjualan kendaraan roda dua sebesar Rp550 ribu, dua unit hape android tipe nokia warna hitam dan Oppo warna putih.

Penulis: adr. Editor: gun.