HETANEWS

Dinas P3A Labuhanbatu Melawan Kekerasan pada Anak dan Perempuan Lewat Musik

Peserta kegiatan sosialisasi berfoto bersama. (Fendi)

Labuhanbatu, hetanews.com - Ratusan siswi SMKN 3 Rantau Utara mengikuti sosialisasi pola asuh anak remaja melalui musik yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Labuhanbatu bersama Pecinta Musik Rumahan (PMR).

Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak, Hj Tuti Noprida Ritonga, S.Si., App.MM mengatakan, kegiatan bertema Diskusi Musikal Pola Asuh Anak dan Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak ini merupakan agenda rutin sebagai bentuk perhatian Pemkab Labuhanbatu terhadap masyarakat.

"Hingga hari ini kita telah mengunjungi 18 sekolah tingkat SLTP, SMA, SLTA dan SMK yang ada di Labuhanbatu, dengan menggandeng penikmat musik rumahan yang perduli dengan kondisi anak dan perempuan," jelasnya.

Sejauh ini, kegiatan tersebut bahkan sudah mendapat tiga penghargaan layak anak dan ramah anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Lebih jauh, Tuti Noprida mengajak seluruh peserta untuk melawan hal-hal yang menyebabkan kekerasan terhadap perempuan. "Save Our sister. Jangan takut karena dengan keberanian kita semua itu dapat terhindar," tambahnya.

Dirinya juga berpesan kepada para siswi agar dapat membentengi diri dari tindak kekerasan dan pelecehan. "Kepada adik-adik semua, kalian adalah calon ibu yang bakal melahirkan anak-anak generasi penerus bangsa ini. Jika kalian kuat dan berani maka bentuk kekerasan dan pelecehan tidak bakal terjadi terhadap diri kalian. Mari bentengi diri kita dengan ilmu dan pengalaman, agar diri kita terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan," pungkasnya.

Sebagai pemanteri, Manejer grup band Pecinta Musik Rumahan, Maya mengajak peserta untuk mengenali ciri-ciri pelaku kekerasan dan predator anak. "Laporkan dan jangan takut jika kita melihat terjadinya tindak pelecehan dan kekerasan. Baik itu menimpa diri kita atau di sekitar kita. Kami siap membantu untuk memberikan efek jera bagi pelaku," ucapnya.

PMR sendiri, jelas Maya, terdiri dari generasi muda yang sangat peduli dengan kondisi perempuan dan anak. Dimaan dalam aksinya tidak jarang harus merogoh kantong sendiri. Adapupun personel PMR terdiri dari vokalis Ibas, basiss Maulana, gitaris Iskandar dan Rido, drumer Zulhansyah, backing vokal Inka Mutiara, penanggung jawab Juara. 

Mereka aktif di musickal stop kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak tahun 2014. Yang mana terinspirasi dari salah satu band Jakarta, Simponi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 3 Rantau Utara Isdayanti, S.Pd menyambut baik kegiatan tersebut. "Hindari perilaku dan sifat yang dapat memancing niat pelaku. Baik dari sikap dan cara berpakaian," pesannya.

Kegiatan juga disambut antusias seluruh siswi. Salah satunya Indah Wulandari (16), siswi kelas 11 Tata Busana. "Ya kak, saya merasa keberadaan saya sebagai perempuan dihargai. Terima kasih buat Pemkab Labuhanbatu dan kakak dari PMR karena telah memberikan perhatian ini kepada kami. Insyaallah ini akan saya terapkan dalam diri pribadi, keluarga dan lingkungan saya. Saya berharap kegiatan ini terus berjalan hingga kondisi perempuan di Labuhanbagu betul-betul kondusif. Saya siap diikutsertakan pada kegiatan berikutnya," tutur Indah.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama peserta sosialisasi dan Dinas P3A Labuhanbatu, personel grup band musical penikmat musik rumahan dan para guru.

Penulis: fendi. Editor: anto.